visi dan misi

Standar

Hari ini tanggal 1 April 2011. Artinya sudah 3 bulan kita lalui di tahun 2011 ini. Sudahkah target kita di tahun 2011 mulai terwujud? Kalau saya sih terus terang belum ada yang terwujud (sambil liat catatan visi misi di BB). Sebenarnya sih ada satu target yang sudah hampiiirrr terwujud. Hampir. Nyaris. Tinggal sedikit lagi. Tapi karena saya hanya bisa menunggu, ya sudah menunggu saja meskipun hati ini sudah tak sabar. :p

Hidup ini memang terasa lebih berarti ketika kita memiliki target atau impian. Target itulah yang menjadi alasan kita hidup. Alasan kita untuk bangun setiap pagi. Tanpa target, kita akan merasa hidup ini hampa dan mudah putus asa. Sebagian orang mungkin merasa cukup puas dengan kehidupan yang mengalir saja bagaikan arus sungai dari pegunungan menuju ke laut. Sudah cukup jika dapat melalui siklus hidup lahir-sekolah-kerja-menikah-punya anak-tua-dan kemudian mati.

Saya teringat suatu kejadian waktu saya baru masuk SMA. Waktu itu kakak pembimbing yang disebut “mitra MOS” hendak membentuk pengurus kelas yang terdiri dari ketua kelas, wakil ketua kelas, sekretaris dan bendahara. Karena kami masih murid baru dan belum mengenal satu sama lain, jadi agak susah untuk menentukan siapa yang pantas jadi kandidat pengurus kelas. Akhirnya kakak pembimbing menanyai kami, siapa saja yang pernah menjadi pengurus OSIS sewaktu SMP dulu. Karena saya pernah menjadi pengurus OSIS dan saya adalah anak yang jujur, saya pun ngacung dan menjadi salah satu dari enam anak calon ketua kelas. Kami diberi kesempatan untuk sedikit berorasi tentang visi dan misi jika terpilih menjadi ketua kelas. Anak-anak yang lain berorasi dengan hebatnya dan menjanjikan ini dan itu layaknya calon presiden yang sedang berkampanye. Mereka berorasi tentang kedisiplinan, kebersihan, tata tertib dan hal-hal tentang kepemimpinan. Ketika tiba giliran saya, terus terang saya bingung mau ngomong apa dan mau menjanjikan apa. Sebetulnya saya tidak terlalu tertarik untuk menjadi ketua kelas. Daripada bingung dan banyak menggombal, saya pun berkata: “Maaf, saya tidak punya visi dan misi untuk kelas kita” sambil tersenyum semanis-manisnya. Singkat, padat dan jelas. Pada saat itu teman-teman sekelas menertawakan apa yang baru saja saya katakan. Saya sih tidak tersinggung karena memang itulah kenyataannya. Setelah berorasi, kami diberi kertas untuk memilih siapa yang kami anggap paling pantas untuk menjadi ketua kelas. Saat penghitungan suara, saya terkejut karena suara untuk saya adalah kedua terbanyak setelah Ibnu, teman saya yang berasal dari Bangka dan merupakan siswa terpintar di sana sekaligus pernah menjabat sebagai ketua OSIS. Tak heran jika Ibnu mendapat suara terbanyak,apalagi orasinya juga bagus. Nah kalo saya? Seorang anak tanpa visi dan misi untuk mengurus kelas, namun malah mendapat suara kedua terbanyak.

Dari cerita tersebut, dapat kita lihat bahwa masih banyak orang yang belum sadar tentang pentingnya visi dan misi dalam menjalani kehidupan. Memang sebenarnya terlalu kecil peristiwa yang saya jadikan contoh. Namun paling tidak ada sesuatu yang kita pelajari dari suatu peristiwa. Jika visi dan misi dianggap penting, tentu seharusnya saya mendapat suara paling sedikit.

Saya sih sempat berpikir, mungkin karena saat itu kami masih sangat muda (bahasa anak sekarang sih: ababil), kami belum terlalu mempedulikan yang namanya masa depan. Tidak peduli apakah pemimpin kami mempunyai visi misi untuk mengurus kelas dengan baik. Namun seiring bertambahnya umur dan tingkat kedewasaan dalam berpikir, saya mulai sadar bahwa sebenarnya visi dan misi justru sangat penting untuk ditanamkan sejak usia muda. Seharusnya sejak muda kita mulai menargetkan sesuatu untuk masa depan kita sehingga kita dapat memantapkan langkah kita selanjutnya. Misalnya jika kita sudah tahu target kita untuk masa depan kita sejak SMA,kita dapat menentukan apakah kita akan masuk jurusan IPA, IPS atau bahasa tanpa kegalauan hati. Kita juga dapat menentukan dimana kita akan kuliah, jurusan apa yang akan kita ambil dan mata kuliah apa saja yang makin mendekatkan kita dengan target.

Saat ini mungkin usia kita sudah tidak muda lagi. Namun bukan berarti kita terlambat untuk mempunyai target bagi kehidupan kita di masa depan. Lebih baik kita terlambat menyadari bahwa ternyata selama ini kita hidup tanpa visi dan misi daripada kita terus menjalani kehidupan yang hanya mengalir begitu saja.

Mumpung kita baru saja memasuki bulan keempat di tahun 2011, tidak ada salahnya jika kita mulai merencanakan target kehidupan kita di tahun ini. Memang tidak mudah untuk mewujudkan setiap target, tapi paling tidak kita berusaha untuk mendapatkan keinginan kita. Karena yang paling penting bukanlah hasil akhir dari dari perjuangan kita, namun proses dalam memperoleh apa yang kita inginkan. Seperti kata Soichiro Honda: “Orang-orang hanya melihat 1% keberhasilan saya tanpa melihat kegagalan saya yang 99%.”

 

🙂

One response »

  1. betul dan saya setuju Ndre. Seseorang memang harus punya visi dan misi yg jelas dlm hidupnya, bukan hanya sekedar menjalani “rutinitas” hidup…
    Penentuan visi misi pun tidak bisa kita tentukan sendirian, perlu ada pertimbangan dr orang lain tapi yang paling penting selalu libatkan Tuhan di dalam keputusan kita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s