Monthly Archives: Mei 2011

impian yang nyata

Standar

mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
berlarilah tanpa lelah
sampai engkau meraihnya

Saya sangat menyukai lagu “Laskar Pelangi” dari Nidji. Lagu yang penuh semangat dan menginspirasi setiap pendengar untuk tidak berhenti bermimpi. Lagu yang dapat membuat seseorang berpikir “apakah mimpi saya?”

Mimpi yang saya maksudkan bukanlah bunga tidur yang kadang kita alami saat terlelap. Mimpi adalah cita-cita dan harapan kita akan kehidupan di masa datang dan mau jadi apa kita kelak. Bukan sekedar harapan kosong yang diucapkan saat kita ditanya “mau jadi apa kamu nanti”.

Waktu kecil mungkin kita dapat mengatakan citai-cita kita dengan lugas dan tanpa beban. Kita belum tahu bahwa setiap cita-cita punya konsekuensi yang harus dijalani. Semakin beranjak dewasa, kita seringkali bingung dengan cita-cita kita. Bahkan tak jarang kita mendengar cita-cita yang kedengarannya begitu mulia. “Ingin jadi orang kaya”, “ingin berguna bagi bangsa dan negara”, “ingin membahagiakan orang tua”, “ingin membantu orang yang berkekurangan” bahkan ada juga yang versi rohani “ingin memenangkan banyak jiwa untuk Tuhan”.

Cita-cita tersebut memang kedengaran baik dan mulia. Namun bagaimana mewujudkan itu semua? Hanya dengan banyak-banyak berlutut dan berdoa? Atau hanya sekedar memperkatakan mimpi semu tersebut?

Saya selalu kagum dengan sosok Agnes Monica. Dia selalu yakin untuk mengatakan “ingin menjadi penyanyi bertaraf international”. Itulah mimpi yang nyata! Mimpi yang tujuannya jelas sehingga kita dapat memprediksi jalan mana saja yang harus kita lalui. Dan saya yakin, ketika mimpi Agnes Monica tersebut dapat terwujud suatu hari nanti, dia sekaligus menjangkau mimpi-mimpi semu lainnya. Dia pasti membanggakan dan membahgiakan orang tuanya. Dia pasti dapat membantu orang-orang yang kesusahan. Dia berguna bagi bangsa dan negara. Dia menjadi kaya secara materi. Dan yang pasti dengan kesaksian hidupnya, dia dapat memenangkan banyak jiwa bagi Tuhan.

Jika kita terus meyakini dan memperkatakan mimpi yang nyata, dan suatu hari mimpi kita terwujud, kita pasti sekaligus menjangkau impian semu kita yang lain.

Orang-orang yang selalu bermimpi semu, saya yakin hidupnya hanya mengalir saja dan tanpa tujuan pasti. Ingin membahagiakan orang tua namun kuliah ga selesai-selesai. Ingin kaya tapi ga kerja dan hanya mengandalkan orang lain. Ingin memenangkan banyak jiwa tapi jalan hidupnya tak membuat orang tertarik untuk mengikutinya.

Saya sendiri bukan manusia sempurna yang tidak perlu bantuan orang lain. Saya masih terus belajar untuk mencapai apa yang saya inginkan. Paling tidak saya punya cita-cita. Cita-cita yang menjadi alasan saya bangun setiap pagi. Cita-cita yang membuat saya rajin bekerja walaupun tubuh lelah. Cita-cita yang selalu membuat saya tersenyum saat masalah menghampiri.

Saya sudah sering membagikan tentang impian dan cita-cita dalam tulisan saya. Tapi saya tak akan bosan menulis tentang itu. Karena saya tidak ingin hidup saya dan teman-teman saya hanya sekedar mengalir tanpa tujuan. Saya ingin suatu hari nanti saya bertemu teman-teman dalam keadaan sukses karena berhasil meraih impian sesuai passionnya.

Karena itu, milikilah impian yang nyata mulai dari sekarang. Pikirkanlah apa yang membuatmu bahagia ketika kau melakukannya. Bisa jadi itulah passionmu yang jika ditekuni dapat menjadikan dirimu sukses. Bagikanlah mimpimu pada orang-orang yang kau percayai, karena dengan begitu orang-orang akan turut mendoakanmu.

πŸ™‚

welcome to the jungle

Standar

Januari 2009, ketika pertama kali saya bekerja di suatu perusahaan, saya diberi suatu ucapan oleh rekan-rekan kerja saya: “welcome to the jungle!” Dalam hati saya bertanya-tanya, kenapa saya diberi ucapan demikian? Bukankah saya baru saja terjun ke dalam dunia kerja yang sesungguhnya? Bukankah itu artinya saya memulai sesuatu yang baru dalam hidup saya untuk bertanggung jawab terhadap diri saya sendiri? Mengapa saya tidak diberi ucapan: “selamat datang di taman bunga yang indah dengan air sungai jernih yang mengalir”? Atau “selamat berkarya”? Atau mungkin “selamat menempuh hidup baru”?

Ternyata “jungle” adalah dunia kerja. Dunia kerja diibaratkan seperti hutan yang gelap, penuh bahaya dan banyak binatang buas mengancam, jebakan-jebakan betmen bahkan suku terasing yang ternyata kanibal. Oke, mungkin saya lebay menggambarkan hutan. Tapi ternyata memang demikian yang terjadi di dunia kerja. Omelan dari atasan, teman kerja yang malas, klien yang rewel, rekan dari divisi lain yang ga komunikatif, deadline yang mencekik, direktur yang galaknya amit-amit, bahkan OB yang suka ngilang.

Mungkin sewaktu kita masih mengenyam pendidikan, bekerja adalah suatu dunia yang menyenangkan karena kita akan mendapat gaji sendiri dan bebas menentukan kehendak kita sendiri. Namun begitu kita menjalaninya, ternyata tidak semenyenangkan yang kita bayangkan. Bahkan jika bisa memilih, kebanyakan dari kita pasti lebih suka untuk kembali ke masa-masa sekolah.

Kehidupan dunia kerja yang diibaratkan seperti hutan tidak hanya berlaku bagi karyawan atau pekerja kantoran. Orang yang bergerak di bidang bisnis dan profesional pun pasti juga mengalaminya. Klien yang nunggak, vendor yang rese, harga barang yang labil, konsumen yang rewel, jualan lagi sepi, BBM naik, karyawan males, saingan baru lebih inovatif, dan sebaginya dan sebagainya.

Menurut saya, kita bisa masuk hutan lebih dalam jika kita memilih untuk bersungut sungut dalam menghadapi setiap persoalan. Jika memang tidak tahan, kita bisa keluar dari “hutan” yang artinya meninggalkan dunia kerja dan menjadi pengangguran. Atau kita dapat mengubah “hutan” yang kita masuki menjadi “taman bunga yang indah dengan air sungai mengalir yang jernih dan terdapat pelangi di langit yang biru”.

Kunci terpenting adalah kita mencintai pekerjaan kita. Seperti ketika kita menyukai seseorang, kita akan berusaha untuk memberikan yang terbaik. Begitu juga ketika kita mencintai pekerjaan. Kita akan selalu memberikan yang terbaik dari yang kita bisa. Jika saat ini kita tidak cinta dengan pekerjaan kita, mungkin ada yang salah dengan kita atau dengan pekerjaan kita. Tanyakanlah pada diri kita sendiri, pekerjaan seperti apa yang kita inginkan? Apa tujuan kita dalam bekerja? Bidang apa yang paling kita sukai dan kita kuasai?
Dengan menjawab pertanyaan tersebut, kita bisa mengerti apakah pekerjaan kita saat ini memang sesuai dengan passion kita, ataukah hanya sekedar kegiatan untuk menyambung hidup.

Welcome to the jungle!

πŸ˜€