Monthly Archives: November 2010

Wilhelmina Slater

Standar

Wilhelmina Slater adalah salah satu karakter dalam serial “Ugly Betty” terkenal di Amerika Serikat. Karakter ini diperankan oleh aktris sekaligus pop star Amerika, Vanessa Williams. Saya rasa tidak ada orang lain yang lebih pantas memerankan karakter Willie selain Vanessa sendiri. Dalam serial tersebut, Wilhelmina atau Willie sebenarnya merupakan karakter antagonis. Ia selalu digambarkan sebagai sosok yang arogan dan mau menang sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain. Selain itu ia juga sangat ambisius dalam mencapai keinginannya dan menghalalkan segala cara.

Wilhelmina adalah seorang mantan model yang kemudian bekerja sebagai creative director di suatu majalah fashion bernama MODE. Ia sendiri sebenarnya merupakan ikon di dunia fashion dan selalu menjadi trendsetter. Namun tidak puas dengan posisinya sebagai creative director, ia ingin menjadi kepala editor yang kemudian ingin menguasai MODE sepenuhnya. Ia rela melakukan apapun untuk mendapatkan keinginannya.

Meskipun Wilhelmina merupakan tokoh antagonis yang sebenarnya patut dibenci dan dimaki-maki (seperti halnya penonton memaki-maki Mischa di sinetron Cinta Fitri), namun ternyata banyak yang menaruh simpati dan menyukai karakter ini. Dalam serial ini, Willie merupakan public enemy yang tidak dibenci banyak orang, bahkan oleh anak kandungnya sendiri.

Kebencian terhadap seseorang sebenarnya merupakan hal yang biasa dalam hidup bermasyarakat. Ketika ada seseorang yang menyakiti hati kita ataupun melakukan sesuatu yang jahat dimata kita, bisa saja kemudian kita membencinya. Namun sebaliknya ketika kita merasa nyaman dan merasa dihargai oleh seseorang, bisa saja kemudian kita mencintainya.

Apakah lawan kata dari “cinta” adalah “benci”? Sebetulnya tidak demikian. Lawan kata dari “cinta” adalah “ketidapedulian”. Ketika kita membenci seseorang, sebenarnya kita menaruh perhatian kita kepada orang tersebut, namun dalam posisi negatif. Konon porsi perhatian dan energi yang kita habiskan untuk “cinta” dan “benci” sama besarnya. Jadi sebenarnya rasa “benci” pun masih menyita perhatian kita. Lain halnya dengan “ketidakpedulian”. Ketika seseorang tidak peduli akan keberadaan kita, hal tersebut sangatlah menyakitkan. Apalagi jika orang yang tidak mempedulikan kita adalah orang yang kita cintai.

Beruntunglah jika masih ada orang yang membenci kita, karena artinya masih ada orang yang memperhatikan kita. Namun bukan berarti kebencian adalah hal yang baik. Alangkah baiknya jika kita saling menghargai, menghormati dan saling memperhatikan tanpa rasa benci. Seorang Wilhelima Slater pun ada kalanya memperhatikan orang lain dan rela mengorbankan gengsinya yang tinggi.

Karena itu jangan biarkan diri kita menjadi orang yang dibenci, apalagi oleh banyak orang. Bukankah lebih baik mempunyai seribu teman daripada satu orang musuh? Jangan lupa untuk selalu meninggalkan kesan yang baik, terutama pada orang yang baru pertama kali bertemu, karena “kesan pertama” begitu mahal harganya dan tak dapat tergantikan lagi.

πŸ™‚

harry potter

Standar

Film Harry Potter 7 part 1 telah ditayangkan secara serentak di bioskop-bioskop Indonesia. Banyak orang berbondong-bondong ingin menyaksikannya di hari pertama, maka beberapa bioskop secara ekstrim memutarnya di 4 studio sekaligus. Saya pun merupakan salah satu yang menonton di hari pertama pemutaran, tepatnya pada jam 21.30 di Setiabudi 21. Saya datang pukul 19.00 dan ternyata kursi sudah hampir terisi penuh, hanya bagian bawah depan layar saja yang tersisa, padahal Setiabudi 21 memutarnya di 3 studio. Beruntung saya hanya datang seorang diri, jadi saya mendapatkan sisa posisi yang nyaman (memang terkadang menonton sendiri lebih menyenangkan daripada beramai2, karena lebih tenang dan bisa mendapatkan posisi nyaman seperti saya πŸ˜€ )

Seri terakhir Harry Potter ini termasuk film bagus, setidaknya menurut saya. Meskipun seperti biasa, banyak adegan yang berubah dari novel yang saya baca. Cukup mengecawakan, namun sebagai orang yang pernah terlibat di dunia FTV, saya tahu betul pasti ada pertimbangan durasi, efektivitas pemain dan dramaturgi. Jadi saya anggap itu semua tidak masalah, selama jalan ceritanya masih sama seperti yang saya baca di novel.

Saya sudah membaca Harry Potter pertama sejak tahun 2000. Waktu itu saya masih kelas 2 SMP dan mendapat pinjaman dari teman saya karena tertarik dengan bukunya yang tebal. Hehehe.. :p Harga novel Harry Potter sendiri tidak murah, mengingat posisi saya masih siswa SMP dengan uang saku pas-pasan. Novel-novel selanjutnya pun saya pinjam dari teman yang sama, karena beruntungnya saya masih satu SMA dengan teman saya tersebut. Saya sendiri tidak terlalu berminat pada saat film pertama Harry Potter diputar. Bukannya tidak suka, namun tempat tinggal saya di Jogja waktu itu belum memiliki 21 (sungguh kasihan, kami orang Jogja hanya bisa menonton di bioskop Mataram yang suram T.T ).

Penonton atau pembaca setia Harry Potter pasti tahu dengan nama-nama Hermione Granger dan Ronald Weasly. Mereka adalah sehabat Harry yang selalu berpetualang bersama baik di dalam maupun di luar Hogwarts. Dalam seri yang ketujuh, mereka mengalami pasang surut dalam persahabatan mereka. Ada kalanya dimana Harry marah pada Hermione ataupun Ron marah pada Harry dan Hermione marah pada Ron. Namun bukan berarti persahabatan mereka berakhir hanya karena pertengkaran atau perbedaan pendapat. Saya pernah membaca perbedaan antara sahabat dan teman biasa, salah satunya tertulis: belum dapat dikatakan bersahabat jika belum bertengkar! Memang terdengar ekstrim, namun memang hubungan persahabatan dibentuk dari perbedaan pendapat dan gesekan-gesekan yang membuatnya semakin kuat.

Sama seperti persahabatan Harry-Ron-Hermione, alangkah baiknya jika kita mempunyai sahabat. Persahabatan sapat diawali dari berbagai macam hal. Seperti Harry yang menjalin persahabatan karena kebetulan bertemu di salah satu kompartemen Hogwarts Express, mungkin kita pun dapat menemukan sahabat kita seolah-olah secara “kebetulan”. Bisa saja kita menjalin persahabatan di sekolah, di tempat kerja atau bahkan di klub motor. Kita tidak akan pernah menyangka seseorang akan menjadi sahabat kita.

Karena itu selalu tersenyumlah dan ramah pada orang yang kita temui, karena mungkin saja orang yang kita temui akan menjadi sahabat kita. Bersahabatlah!! πŸ˜€

“langsung dari hp saya”

Standar

beberapa tahun yang lalu banyak iklan di TV yang mempromosikan SMS Selebriti, yaitu suatu layanan yang menjanjikan seseorang untuk mendapat sms atau pesan singkat dari artis idolanya. Dengan tagline “langsung dari hp saya”, sepertinya cukup banyak orang yang tertarik. Jika tidak, pasti layanan sms premium tersebut sudah gulung tikar. Sms yang (katanya) langsung dari artis idola tersebut berisi kegiatan sehari-hari dari publik figur. Caranya cukup mudah, cukup kirim sms REG (spasi) nama artis, maka sang pendaftar dapat meng-update kegiatan sang idola. Layanan ini terbilang mahal, jika tidak salah Rp 2000/sms yang diterima (belum termasuk pajak).

Namun sekarang tidak perlu repot-repot ketik reg ini spasi itu dan membayar mahal hanya untuk sekedar mengetahui kegiatan seorang publik figur. Kita patut berterima kasih kepada Evan Williams, Jack Dorsey, dan Biz Stone yang pada tahun 2006 menciptakan jejaring sosial bernama twitter. Microblogging yang hanya berisi maksimal 140 karakter ini cukup mudah penggunaannya. Cukup membuat akun di twitter dan tinggal follow orang-orang yang kita inginkan. Jika ingin mengetahui kegiatan artis idola, cukup klik follow dan update-an dari idola pun terlihat di timeline kita.

Tidak seperti beberapa tahun yang lalu ketika friendster booming. Saya harus ke warnet untuk sekedar menulis shoutout atau testimoni kepada teman di friendlist. Sekarang ini jejaring sosial seperti facebook atau twitter dapat diakses melalui perangkat mobile seperti ponsel. Kita dapat melihat update status teman ataupun publik figur melalui ponsel. Hal yang mudah dan murah, serta yang paling penting “langsung dari hp saya” πŸ˜€

Di era smartphone ini segala sesuatu dapat dilakukan dengan sebuah ponsel. Kirim email, terima email, update status, upload foto, kirim gambar bahkan untuk mencari lokasi (i β™₯ google maps πŸ˜€ ). Dan semuanya dapat dilakukan “langsung dari hp saya”. Sayangnya tidak semua orang mengetahui fitur dalam ponsel mereka, sehingga fasilitas yang cukup canggih pun kurang berguna.

Beberapa hari yang lalu saya sempat menilik akun fan page milik agnes monica. Status di fan page tersebut merupakan forward dari akun twitter @agnezmo dan yang pasti “langsung dari hp saya”. Jika melihat komentar dari para penggemarnya, dapat saya lihat bahwa masih banyak yang belum paham dengan “mobile site”. Banyak yang menganggap akun tersebut palsu karena agnes terlalu sering update status, sementara yang mereka ketahui agnes adalah orang sibuk yang pasti tidak sepantasnya update status terus-terusan.
Dari hal tersebut saya melihat bahwa banyak orang yang masih mengaggap bahwa interner-an hanya bisa dilakukan di PC. Sungguh memprihatinkan di zaman yang serba canggih ini 😦

Saya sendiri telah mengenal dan menggunakan mobile web sejak 3 tahun yang lalu. Walaupun waktu itu saya belum menggunakan smartphone seperti saat ini, saya sudah cukup terbantu ( hanya saja saat itu akses mobile internet cukup mahal ). Pemanfaatan fitur dalam sebuah ponsel sangat penting sehingga dapat membantu dalam pekerjaan ataupun eksistensi.

Karena itu, manfaatkanlah fitur dalam ponsel secara maksimal, sehingga kita dapat mengatakan “langsung dari hp saya lhooo”

Oh ya,,FYI postingan ini saya tulis langsung dari hp saya.
hihihi πŸ˜€