Monthly Archives: Januari 2011

kebetulan bertemu

Standar

Beberapa waktu yang lalu saya sempat mengobrol dengan sahabat saya. Karena sudah lama tidak bertemu dan biasanya hanya sekedar chatting, maka kami pun mengobrol ngalor ngidul tanpa arah. Mulai dari mengobrol soal rencana liburan, gosip terbaru dari teman, menu sarapan hingga ujung-ujungnya mengobrol tentang sinetron. Kami bukanlah penggemar sinetron. Paling banter kami cuma nonton sekilas ataupun hanya mendengar dialognya saja. Kami membahas salah satu judul sinetron yang sedang ngetrend di kalangan ibu-ibu dan pembantu rumah tangga, yaitu: Putri Yang Ditukar.

Sinetron ini bercerita tentang dua orang gadis yang sejak bayi ditukarkan oleh seseorang karena orang tua mereka bermusuhan. Saya tidak akan membahas jalan cerita sinetron ini atau pun berkomentar tentang ide ceritanya. Waktu itu saya dan teman membahas suatu fenomena yang ajaib, fantastis bombastis dan spektakuler *lebay*. Di sinetron ini dan sinetron lainnya, banyak sekali atau bahkan semuanya merupakan adegan “kebetulan bertemu”. misalnya saja ketika salah seorang tokoh sedang di rumah sakit, tiba-tiba tanpa alasan yang jelas ada tokoh lain yang juga sedang di rumah sakit. Atau contoh lain ketika sang anak sedang berjualna kue di jalan dan jatuh tersandung, tiba-tiba sang pacar datang entah darimana untuk menolongnya. Contoh lain yang lebih ekstrim ketika sang ayah kandung disandera di gudang yang berada di padang rumput yang luas dan antah berantah, sang putri bisa-bisanya pergi ke tempat yang sama. Pokoknya hampir semua adegan di sinetron ini “kebetulan bertemu”. Teman saya pun sempat memposting ke blog pribadinya http://cikrin.blogdetik.com/2010/12/28/tidak-sengaja-ketemu/

Dalam kehidupan nyata, saya sendiri sangat jarang mengalami yang namanya “kebetulan bertemu”. Sekalipun saya sedang jalan-jalan dan berada di lokasi yang sama dengan teman saya, seringkali kami malah tidak bertemu. Justru saat melihat akun facebook atau twitter-nya, saya baru tahu kalau tadi kita sempat berada di lokasi yang sama.

Salah satu “kebetulan bertemu” yang menurut saya paling menarik adalah ketika saya sedang ada pekerjaan di Balikpapan tepatnya di mall E-Walk. Untuk memperlancar pekerjaan di sana, saya banyak berhubungan dengan salah satu staf bernama Lisa yang ternyata usianya hanya setahun di atas saya (padahal tadinya manggil Bu Lisa). Jadi ceritanya mall E-Walk ini sedang memperingati hari jadi yang pertama. Untuk memeriahkan acara, mereka mengundang band-band dari Jakarta yaitu The Virgin dan Radja. Mungkin sebagai ajang promosi, mereka juga mengundang tim Insert Trans TV untuk meliput kegiatan The Virgin dan Radja selama di Balikpapan. Nah kru Trans TV yang diutus untuk meliput adalah seorang reporter (lupa namanya) dan seorang camera person bernama Evan.

Acara puncak ulang tahun E-Walk diadakan sekitar pukul 7 malam dan selesai pukul 10.30. Setelah acara selesai saya beristirahat sejenak di kamar hotel yang bersebelahan dengan mall dan kemudian keluar mencari makan malam. Tadinya saya malas keluar karena sudah capek sehingga memutuskan untuk delivery saja. Namun ternyata di Balikpapan belum ada franchise makanan cepat saji yang buka 24 jam. jadi daripada saya kelaparan, saya pun ikut keluar saja. Saya makan malam bersama beberapa staf E-Walk, personil dan tim Radja serta kru Trans TV di salah satu warung kaki lima dengan menu ayam penyet, pecel lele dan lain lain.

Yang namanya makan-makan ga mungkin kita diem-dieman aja. Kami pun mengobrol tentang asal usul kami masing-masing. Dari obrolan itu saya menemukan hal yang sangat menarik. Si Evan ternyata berasal dari kota Semarang. Si Lisa berasal dari Pekanbaru namun semasa kecil pernah tinggal di Semarang juga. Semakin lama mengobrol, sepertinya ada benang merah yang menghubungkan Evan dan Lisa di masa lalu (ceile bahasanyee..). Evan bercerita bahwa dia tinggal di Semarang (entah atas entah bawah, saya kurang mengerti), dulu sekolah di TK ini, menumpang nonton TV di tetangga itu dan lain-lain. Ternyata Lisa pun pernah tinggal tak jauh dari Evan dan bersekolah dan menumpang nonton TV di tempat yang sama. Karena mereka seumuran, saya pun nyeletuk: “Jangan jangan kalian temen TK”. Dan sepertinya memang benar bahwa mereka dulunya berteman dan bertetangga namun saling melupakan. Terpisah laut Jawa yang begitu luas namun takdir mempertemukan mereka kembali sebagai manusia dewasa (lebay ah :p).

Menurut saya kisah Evan dan Lisa tadi sangat menarik karena saya pribadi jarang menjumpai “kebetulan bertemu” yang begitu ekstrim. Teman masa kecil yang terpisah jauh namun bertemu kembali secara kebetulan tanpa rekayasa. Tidak seperti sinetron yang kita tonton dimana setiap hari kebetulan bertemu.

Sekian.

phoenix

Standar

Phoenix merupakan burung legenda yang disebut juga burung api. Burung ini muncul dalam mitologi di China dan Eropa. Konon burung phoenix merupakan burung abadi. Abadi disini bukan berarti hidup selamanya tanpa mengalami kematian. Phoenix yang sudah tua akan mati terbakar dan menjadi abu dan dari abu itulah lahir kembali Phoenix muda. Siklus itulah yg terus menerus dijalani phoenix sehingga ia menjadi simbol keabadian dan reinkarnasi. Bahkan di film “Harry Potter and the Chamber of Secret”, diceritakan profesor Dumbledore memiliki burung Phoenix bernama Fawkes yang mati terbakar dan lahir kembali dari abunya.

Satu hal yang dapat dipelajari dari siklus hidup burung phoenix, yaitu selalu ada kesempatan kedua. Dalam hidup, yang namanya manusia tidak lepas dari kesalahan. Berbuat salah bukan berarti akhir dari hidup kita karena saya yakin selalu ada kesempatan kedua untuk memperbaikinya. Tahun 2010 baru saja berlalu dan sudah 12 hari kita menginjak tahun 2011. Mungkin saja selama tahun 2010 kita pernah salah mengambil keputusan ataupun menyaikiti orang lain. Di 2011 ini, kita masih punya kesempatan untuk memperbaikinya dan bahkan kita dapat melakukan sesuatu yg lebih baik dari yang kita harapkan di tahun sebelumnya.

Siklus burung phoenix yang lahir-muda-tua-mati-lahir kembali juga kita alami dalam kehidupan kita. Di akhir tahun – yang artinya sama seperti burung phoenix tua – kita mulai merefleksikan pencapaian kita serta merenungkan apa saja keberhasilan dan kegagalan kita. Kemudian di tahun yang baru – seperti phoenix yang baru saja lahir kembali dari abunya – kita mulai merencanakan kehidupan kita di tahun tersebut dan yang pasti belajar dari keberhasilan serta kegagalan sebelumnya.

Poin terpenting adalah kita sadar jika melakukan kesalahan dan melapangkan hati untuk belajar dan tidak terperosok ke lubang yang sama. Dan juga kita harus dapat memperbaiki kesalan kita tanpa menyesal berkepanjangan.

Saya percaya tahun 2011 adalah tahun kemenangan dan tahun dimana berkat Tuhan melimpah setiap pagi.

“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Ratapan 3:22-23).

🙂