Monthly Archives: Desember 2010

send to many

Standar

Pada musim natal dan tahun baru seperti sekarang ini, pasti banyak ucapan selamat yang datang dari teman, kerabat dan saudara. Ucapan yang kita terima bisa saja dari berbagai media, seperti melalui telepon, sms, mms, email ataupun melalui jejaring seosial seperti facebook dan twitter. Kita pun membalas ucapan dari teman atau kerabat kita tersebut. Karena tidak mau repot, kita biasa menggunakan fasilitas “send-to-many” pada sms ataupun email. Jika menggunakan facebook kita dapat menge-tag akun orang-orang yang ingin kita berikan ucapan. Dan jika menggunakan smartphone BlackBerry, kita bisa menggunakan fasilitas broadcast message.

Tidak ada yang salah dengan fasilitas tersebut. Malahan dengan adanya fitur send-to-many kita dapat menghemat waktu dan tenaga. Dulu saya termasuk orang yang suka menggunakan fitur sms send-to-many ketika hendak mengucapkan “selamat idul fitri”, “selamat natal” ataupun “selamat tahun baru”. Namun seiring bertambahnya usia dan bertambah pula pengetahuan saya tentang hal menghargai dan menghormati, saya tidak lagi menggunakan fitur tersebut. Saya merasa bukankah media seperti sms, mms, BBM atau email sendiri merupakan suatu kemudahan? Bayangkan jika untuk mengirim pesan kita masih harus ber-telegram, berkirim surat konvensional atau bahkan menggunakan merpati pos. Bukankah hal tersebut sangat merepotkan? Mengapa setelah adanya fasilitas yang memudahkan justru kita semakin malas dengan memberi ucapan melalui send-to-many? Menurut saya menggunakan fasilitas tersebut menunjukkan kemalasa kita dan betapa kita kurang menghargai orang lain.

Saat ini saya lebih suka memberi ucapan dengan menuliskan nama orang yang saya tuju. Walaupun ucapan yang saya kirim sama, tapi paling tidak saya meluangkan waktu untuk sekedar memberi nama satu persatu pada setiap ucapan. Hal tersebut juga berlaku ketika saya berulang tahun dan mendapat ucapan melalui facebook. Saya melihat seringkali orang menulis di statusnya seperti ini: “maaf ga bisa bales satu-satu..tapi terima kasih buat semua ucapannya”
Pertanyaan saya adalah, ga bisa bales satu-satu atau tidak mau meluangkan waktu untuk membalas? Jika orang tersebut adalah public figur dengan ucapan selamat beribu-ribu, wajar saja jika tidak ada waktu untuk membalas. Namun kebanyakan teman-teman saya bukanlah publik figur yang mempunyai banyak-sekali-teman-yang-mengucapkan-selamat-ulang-tahun-sehingga-ga-sempat-balas.

Berawal dari hal yang sederhana, ada baiknya jika kita mulai menghargai orang lain. Tidak ada yang salah dengan send-to-many. Namun sebaiknya kita dapat memilah kapan sebaiknya menggunakan fasilitas tersebut. Dengan menghargai dan menghormati orang lain, maka orang lain pun akan menghargai kita. Jangan heran jika kita tidak dihargai orang jika kita tidak mulai belajar untuk menghargai.

senyum, salam, sapa

πŸ™‚

*kok malah kaya pegawai pom bensin ya*

social networking

Standar

Di masa sekarang ini bukan hal yang aneh jika mencari teman di dunia maya terutama melalui jejaring sosial. Saya sendiri mempunyai beberapa akun di jejaring sosial dari yang udah ga ngetren sampe yang paling update.

1. Friendster
Saya mempunyai akun di Friendster dengan nama “andre rijay”. Akun ini saya buat pada bulan desember tahun 2005 dan merupakan jejaring sosial pertama yang saya miliki. Saya membuat akun ini karena tertarik setelah membaca ulasan tentang friendster di majalah GFresh! Karena masih awam dalam menggunakan jejaring sosial, saya sempat lupa me-log-out akun saya dan profil saya diiubah oleh orang iseng.
Di friendster saya berteman dengan siapa saja, baik orang yang saya kenal di dunia nyata ataupun orang yang tidak saya kenal sama sekali. Di friendster pun saya pernah flirting dengan beberapa orang dan mendapat tanggapan, bahkan sampai bertukar nomor ponsel dan saling sms-an. Karena waktu itu saya masih lugu dan belum mengenal cyber crime, saya sembarangan saja berkenalan dengan orang-orang yang pada akhirnya saya tertipu. T.T
Namun berawal dari friendster pula saya menjalin hubungan dengan orang yang saya cintai *tiba2 menyemenye*
Sekarang saya jarang membuka akun friendster saya karena sudah dianggap ketinggalan jaman dan membosankan.

2. Facebook
Saya membuat akun di facebook sekitar bulan oktober 2008 sembari masih aktif di friendster. Saya membuat akun ini (lagi2) karena penasaran. Masa itu kata-kata “facebook” sering dikumandangkan di berbagai media baik majalah, TV maupun radio. Karena penasaran saya pun mencari tahu dan segera membuat akun fb bersamaan dengan membuat akun gmail.
Di facebook saya menggunakan nama asli saya “Andreas Teguh Trijaya”. Waktu itu menurut saya facebook terkesan lebih resmi daripada friendster sehingga saya rasa lebih baik menggunakan nama sebenarnya. (Namun akhir-akhir ini memang dianjurkan memakai nama asli, karena jika menggunakan nama aneh-aneh bisa dianggap 4L4Y).
Belajar dari pengalaman menggunakan FS yang asal menerima siapapun sebagai teman, di FB saya hanya selektif menerima dan mengundang teman. Saat ini 80% dari sekitar 600 friendlist saya kenal. Selebihnya adalah temannya teman ataupun orang baru yang ingin saya kenal. Meskipun banyak yang mengundang saya untuk menjadi teman, saya tidak memasukkannya ke dalam list saya.
Akhir-akhir ini saya sudah jarang update status di FB meskipun saat ini lebih mudah untuk melakukannya melalui ponsel atau BlackBerry. Saya lebih sering sekedar mengomentari status teman saya ataupun mengobrol melalui fitur message karena lebih bersifat probadi dan kita dapat mengobrol secara conference

3. Twitter
Ini jejaring sosial paling baru dan masih banyak digunakan saat ini. Bahkan Indonesia dikatakan sebagai pengguna twitter terbanyak nomor tiga setelah US dan Jepang. Saya pertama kali nge-twit pada tanggal 23 april 2009. Saya membuat akun ini karena konon banyak artis-artis dunia yang menggunakannya, bahkan saya membaca di salah satu situs berita bahwa Ashton Kutcher dan Oprah Winfrey bersaing mencapai 1 juta followers kala itu yang akhirnya dimenangkan oleh Kutcher.
Pada saat pertama kali membuat akun twitter, saya bingung bagaimana cara menggunakannya dan sistem jejaringnya sehingga saya sempat mendiamkan akun ini selama beberapa bulan. Setelah beberapa lama banyak yang menggunakan twitter saya pun kembali mengutak-atiknya dan semenjak menggunakan nokia E63, saya semakin sering nge-twit baik melalui mobile web ataupun aplikasi Snaptu.
Saat ini saya lebih sering mengakses twitter melalui aplikasi UberTwiter karena lebih mudah, praktis dan cepat. Saya pun lebih selektif dalam menentukan siapa saja orang-orang yang saya follow. Selain teman-teman yang memang saya kenal, saya lebih suka following akun twitter yang informatif, inspiratif dan menghibur.
Oh ya, di akun twitter ini saya menggunakan nama “andreygbaikhati”. Saya memilih nama itu karena “baik hati” merupakan perwujudan dari inner beauty. Selain itu karena memang saya orangnya baik hati πŸ˜€

Meskipun masih ada jejaring sosial yang lain seperti myspace dan PLURK, saya tidak latah dalam membuat akun, karena memang sebaiknya disesuaikan dengan jejaring sosial yang digunakan oleh komunitas kita πŸ™‚

wong yen

Standar

wong yen lagi gandrung ra perduli mbeldhose gunung
wong yen lagi naksir ra perduli yen perang nuklir

Itu adalah sepenggal lagu “iki weke sopo” yang pernah dinyanyikan oleh maestro campur sari, waljinah dan didi kempot. Arti dari penggalan tersebut adalah, ketika seseorang sedang jatuh cinta, ia tidak akan peduli situasi di sekitarnya baik gunung meletus ataupun perang nuklir.

Jatuh cinta memang membuat seseorang bahagia. Bahkan kata Titik Puspa, jatuh cinta itu berjuta rasanya. Saya sendiri sudah lupa bagaimana rasanya jatuh cinta karena sudah terlalu lama tidak ada yang menarik perhatian saya.

Namun saya ingat ketika sedang jatuh cinta, segala sesuatu yang saya lihat nampak indah dan tidak bercacat. Saya ingin selalu melihat wajahnya, mendangar suaranya, berkomunikasi dengannya dan menjalin keakraban dengannya.
Saat itu segala ingatan tentang dirinya selalu muncul di sela-sela kegiatan saya sehingga saya sulit berkonsentrasi dalam mengerjakan sesuatu. Bahkan makan dan tidur pun selalu mengingatnya.

Meskipun rasanya seperti terpenjara dalam bayangan semu bernama “jatuh cinta”, namun bukan berarti hal tersebut buruk. Malahan sebaliknya, hati selalu merasa sukacita dan wajah pun nampak selalu gembira sekalipun kurang tidur dan kurang makan πŸ˜€

Meskipun terkesan berlebihan, namun jatuh cinta memang berjuta rasanya. Maka tidak heran jika lagu-lagu yang bertema jatuh cinta banyak diminati karena memang liriknya mengandung ungkapan perasaan yang dialami si korban cinta :p

pertama kali ku jumpa denganmu kekasihku
Dunia seolah kan runtuh
Makan pun tak enak tidur ku pun tiada nyenyak
Selalu teringat oh dirimu
Inikah oh namanya insan sedang jatuh cinta
Mengapa semua begitu indah dilihat
Begitu sedap dipandang
Seolah kuingin selalu tersenyum
Tapi aku malu padamu

πŸ™‚