Monthly Archives: November 2017

Pesan Hotel di Goyangan Transjakarta

Standar

Saya ingat betul, waktu itu hari raya tahun baru China alias Imlek. Saya dan ketiga teman saya, Dita, Penta dan Riska janjian ketemu di Sarinah sebelum berangkat ke Klenteng Dharma Jaya Glodok. Tak satupun dari kami berempat beretnis tionghoa. Tapi kami ingin melihat langsung bagaimana kemeriahan Imlek di klenteng tertua di Jakarta.

Tiga orang sudah datang di Sarinah, tinggal menunggu satu orang lagi. Sambil menunggu, saya browsing hotel di aplikasi Traveloka. Saya dan kedua teman saya yang lain, Arini dan Nanil, berencana traveling ke tiga negara Asia Tenggara, yaitu Vietnam, Kamboja dan Thailand. Tiket Jakarta – Ho Chi Minh dan Bangkok – Jakarta sudah ada di inbox email kami masing-masing. Jadi kami tinggal mencari hotel di empat kota, yaitu Ho Chi Minh, Phnom Penh, Siem Reap dan Bangkok. 

Semua teman saya, baik yang hendak pergi ke Glodok maupun pergi ke 3 negara sebetulnya saling kenal. Kami semua teman SMA. Tapi saya merahasiakan kepergian ke 3 negara karena pengennya tiba-tiba sudah cek in di luar negeri. Jadi saya browsing hotel sambil ngumpet-ngumpet. Kalau ketahuan lagi browsing hotel, pasti bakal ditanyain macam-macam.

Malam sebelumnya, saya, Arini dan Nanil sudah membahas hotel mana saja yang kira-kira akan mendapat kehormatan untuk kami singgahi. Karena pergi bertiga, biasannya kami akan mencari penginapan yang bisa ditiduri 3 orang dalam 1 ruangan. Beruntung, kalau browsing lewat aplikasi Traveloka, kita bisa memilih berapa orang yang akan tinggal dalam satu kamar. Hasil yang keluar pun benar-benar hotel yang menyediakan triple room. Jadi kami nggak perlu repot lagi pencet sana sini untuk mengecek ketersediaan kamar triple. 

Selanjutnya soal harga. Namanya liburan kere hore, budget kami terbatas. Nggak mungkin kami nginep di hotel berbintang-bintang dengan harga jutaan rupiah. Di Traveloka, kami bisa menentukan range harga sesuai kemampuan. Enaknya lagi, kami nggak perlu pusing mikirin biaya-biaya tambahan, karena harga yang tertera sudah all in. 

Tiap kota, kami membatasi 2 hingga 3 kandidat hotel. Semua kandidat hotel sudah memenuhi syarat triple room dan harga terjangkau. Syarat tak tertulis berikutnya adalah: lokasi hotel dari akses transportasi umum dan ketersediaan wifi (selama pergi keluar negeri, kami nggak pernah sewa wifi portable atau beli sim card setempat. Parah sih). Dengan aplikasi Traveloka, kami bisa melihat lokasi hotel di peta dan tempat-tempat menarik apa saja yang bisa ditemui di sekitar hotel (yang bisa dijangkau dengan jalan kaki tentunya).

Syarat terakhir yang sebetulnya nggak terlalu penting: apakah hotelnya instagramable? (Karena bagaimanapun kami hanyalah pemuda pemudi kampung yang ingin keluar negeri). Melalui foto-foto yang terdapat di aplikasi Traveloka, kami bisa menilai apakah kandidat hotel bisa dijadikan lokasi untuk selfie atau sekedar nongkrong-nongkrong cantique.

Pembahasan soal hotel di 4 kota kami lanjutkan pada pagi hari, saat saya sedang menunggu di Sarinah. Meeting virtual lewat aplikasi chatting terus berlangsung, sampai satu orang teman lagi datang dan kami harus beranjak dari Sarinah. Dari restoran cepat saji menuju halte Transjakarta, pandangan saya terus tertunduk pada handphone. Masih rapat soal hotel mana yang bisa memenangkan hati kami. 

Pintu bus Transjakarta terbuka. Kami berempat langsung masuk mencari tempat duduk yang kosong. Waktu itu bus nggak terlalu penuh. Tapi sialnya, sudah nggak ada tempat duduk yang tersisa. Mau nggak mau saya berdiri sambil chattingan. Percayalah, butuh keahlian khusus untuk bisa berdiri tegak sambil chatting di handphone. 

Dalam perjalanan, kami menemui kata sepakat. Terpilih lah masing-masing hotel di tiap kota.  Karena bertugas untuk memesan hotel, saya langsung buka aplikasi Traveloka dan melakukan pemesanan. Semua proses pemesanan hotel saya lakukan sambil berdiri di dalam bus Transjakarta. Lumayan susah, tapi saya nggak mau buang-buang waktu menunda pemesanan hotel. Takutnya keburu penuh atau lebih parahnya, saya lupa.

Setelah pengisian data-data, waktunya pembayaran. Sebagai pemuda modern kekinian, pembayaran hotel pun saya lakukan lewat mobile banking. Menyengankan sekali jadi kids jaman now. Semua serba gampang. Bahkan mau reservasi hotel pun nggak perlu susah nelpon sana sini. Tinggal tekan-tekan toucshcsreen, email bukti pemesanan hotel pun sampai ke inbox. 

Sambil tersenyum mantap, saya forward email bukti pemesanan tiket kepada Arini dan Nanil. Saya kantongi handphone dan kembali melanjutkan perjalanan menuju Glodok.