Mari membaca. Mari menulis. :)

Standar

Sejak kecil, saya hobi membaca. Bukan baca buku tebal, apalagi buku pelajaran. Saya suka membaca komik, terutama komik-komik Jepang. Hobi membaca komik ini didukung dengan teman-teman saya yang punya segudang koleksi komik, ditambah tempat persewaan komik yang jauh lebih terjangkau daripada beli. Alasan saya ga mau beli komik, tentu saja karena harganya mahal dan uang saku saya akan habis sia-sia kalo beli komik. Apalagi saya kalo baca komik cepet banget, paling setengah jam sampai satu jam juga udah selesai. Tergantung jenis komiknya sih.. Kalo komik ringan kaya Doraemon atau Shinchan pastinya lebih cepat dibanding komik yang perlu mikir kaya Detektif Conan atau Q.E.D.

Tempat persewaan komik langganan saya dulu bernama KK, kependenkan dari “Kejujuran awal dari Kepercayaan”. Letaknya tak jauh dari rumah saya, sehingga saya pun bisa sering-sering mengunjungi KK. Di KK inilah saya menemukan kesenangan membaca komik. Bahkan terkadang, saya bisa ketawa-ketawa sendiri waktu baca komik, yang membuat ibu saya geleng-geleng kepala. Padahal saya gak sekedar tertawa lho.. Banyak juga pengetahuan yang bisa kita dapat dari membaca komik. Misalnya saja, dari komik Detektif Conan saya tau bahwa kandungan tanin dalam teh berguna untuk menetralisir bisa ular laut. Atau dari komik Doraemon saya bisa tau apa itu garis cakrawala.

Beranjak remaja, kebiasaan menyewa komik sedikit berkurang karena banyaknya tugas sekolah. Selain komik, saya pun mulai melirik bacaan yang isinya tulisan semua dan ga ada gambarnya. Seperti novel horor karangan R.L Stine atau novel misteri Agatha Christie (padahal yo rodo ra mudeng). Saat remaja pula saya mulai membaca novel Harry Potter yang tebalnya udah kaya Alkitab. Padahal baca Alkitab aja saya jarang. Hehehee.. Dari situlah saya mulai menemukan kesenangan membaca cerita fiksi yang isinya tulisan semua, sehingga hanya mengandalkan imajinasi sendiri saat membaca kata demi kata.

Seiring pertambahan usia dan kecanggihan teknologi, hobi membaca saya berkembang pada blog walking. Saya mulai suka membaca blog-blog yang berisi opini, resensi, kisah inspiratif atau pun tentang pengetahuan umum. Tak ingin hanya menjadi pembaca, saya mencoba membuat blog untuk pertama kalinya pada tahun 2007. Dulu waktu saya masih aktif di jejaring sosial Friendster, ada fitur untuk membuat blog. Saya mencoba membuat blog di situ, dan hasilnya kosong melompong. Saya tidak tahu apa yang harus saya tulis di situ dan saya sadar bahwa menulis ternyata bukan perkara mudah. Makanya dari SD kita dibiasakan membuat karangan. Mungkin itu berguna untuk mengasah kemampuan kita untuk menulis dan mengemukakan pendapat.

Dua tahun kemudian saya mencoba lagi untuk membuat blog. Kali ini saya memilih blogspot sebagai wadah untuk mencoba menyalurkan pikiran saya melalui tulisan. Lagi-lagi hasilnya nihil, karena saya masih tidak mengerti bagiama sebaiknya memulai sebuah paragraf. Bertepatan dengan kebingungan saya untuk mulai menulis di blog, jejaring sosial twitter mulai ngetren di kalangan orang dewasa yang sudah muak dengan alay-alay Facebook. Saya ikut tenggelam pada era twitter, yang akhirnya membuat saya belajar bagaimana mengutarakan pikiran dengan 140 karakter saja.

Pada era twitter banyak orang mulai malas menulis di blog. Alasannya sih “twitter kan microblogging, jadi secara gak langsung gw tetep ngeblog dong..”. Sebaliknya, saya justru ingin menyampaikan isi pikiran saya lebih dari 140 karakter. Saya mulai mencoba lagi untuk membuat sebuah akun blog di WordPress. Alasan saya memilih WordPress adalah kemudahannya dalam mengoperasikan dan adanya aplikasi WordPress for Blackberry yang membuat saya bisa posting blog kapan pun di mana pun.

Berawal dari coba-coba, saya menemukan kesenangan dalam menuangkan isi pikiran saya dalam bentuk tulisan. Walaupun pekerjaan sehari-hari saya juga menulis naskah berita, rasanya lebih menyenangkan jika menulis sesuai keinginan sendiri melalui blog. Yah meskipun kadang isinya suka gak mutu, saya senang bisa mengungkapkan isi hati lewat blog ini. Apalagi kalau tulisan saya bisa menjadi bahan renungan untuk orang lain.

Di samping hobi membaca blog orang lain, saya juga hobi membaca timeline twitter (sebenernya hampir setiap saat sih). Di twitter, saya sering membaca twit berseri baik dari akun yang saya follow maupun akun yang sekedar membuat kepo. Tak tanggung-tanggung, twit berseri bisa mencapai angka ratusan karena keterbatasan karakter. Agak sayang sih menurut saya, mengingat twit berseri yang diberikan biasanya sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan.

Misalnya saja, saya follow akun yang setiap hari memberi tips-tips untuk transaksi saham. Kalau tips tersebut ditulis dalam blog, tentu lebih mudah dicari. Berbeda dengan twit berseri yang begitu mudah tertelan timeline, sehingga sulit dicari jika saya ingin membaca lagi tips-tips sebelumnya.

Saya pernah ditanya oleh seorang teman, bagaimana menemukan ide untuk ngeblog? Sebetulnya ide bisa datang dari mana saja, bahkan dari hal remeh temeh yang kita temui sehari-hari. Seperti tulisan saya balas dendam masa kecil yang idenya datang waktu makan pizza. Atau tulisan saya cheaters never win and winners never cheat yang idenya berasal dari animasi mr Bean. Artinya, banyak pelajaran yang dapat kita petik dari setiap kejadian di sekitar kita.

Sekarang sudah banyak kok aplikasi blog di smartphone. Jadi smartphone kita ga cuma dipake buat microblogging yang karakternya terbatas aja. Dengan blog beneran, kita bisa mulai membagikan apa isi pikiran kita melalui smartphone tanpa dibatasi karakter.

Mari membaca. Mari menulis. 🙂

———————————————–
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” ~ Pramoedya Ananta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s