sebuah tempat bernama “rumah”

Standar

Bulan Juni lalu, film animasi Madagascar 3: Europe’s Most Wanted mulai tayang di bioskop tanah air. Saya termasuk salah satu orang beruntung yang bisa menonton film ini 2 hari sebelum ditayangkan secara serentak. Bukan bajakan lho.. Tapi undangan dari Gandaria City untuk liputan pemutaran film, sekaligus meliput agenda kegiatan di mall tersebut yang mengusung tema Madagascar 3 selama musim liburan. Cerita liburan bersama Madagascar di Gandaria City dapat disaksikan disini. *sekalian promo liputan* :p

Sebulan kemudian, film animasi lainnya juga ditayangkan di layar lebar Indonesia. Film Ice Age 4: Continental Drift yang penuh dengan adegan kocak dapat disaksikan para pecinta film. Sayangnya, kali ini saya tidak seberuntung sebelumnya. Saya tidak berkesempatan lagi menonton film ini sebelum ditayangkan serentak. Namun untungnya saya menonton di bioskop Kuningan City, yang karena masih belum lama beroperasi, tarif menonton pada akhir pekan hanya 25 ribu rupiah. 😀

Kedua film yang saya sebutkan di atas memiliki banyak persamaan. Kedua film ini memang sama-sama termasuk jenis film animasi. Namun tak hanya itu saja, dari segi isi cerita dan pesan moral pun ada persamaannya. Setidaknya menurut saya. (Kalo belum nonton filmnya, mending stop baca sekarang juga karena mengandung spoiler.)

Persahabatan yang unik
Film Magagascar dan Ice Age sama-sama bercertita tentang persahabatan hewan-hewan. Madagascar menceritakan petualangan Alex si singa, Melman si jerapah, Marty si Zebra dan Gloria si kuda nil dari kebun binatang Central Park New York, yang pergi berkeliling dunia. Sementara Ice age menceritakan kisah petualangan tiga sahabat Manny si mammoth, Sid si kukang dan Diego si macan bergigi pedang pada zaman es.

Kalau dilihat, persahabatan semacam itu tentu tidak mungkin terjadi pada alam liar sesungguhnya. Mana ada hewan karnivora bersahabat dengan hewan herbivora, yang notabene mangsanya sendiri. Mana ada juga kuda nil naksir jerapah, atau tikus tanah naksir mammoth. Namun saya rasa justru inilah yang ingin disampaikan melalui kedua film ini. Bahwa persahabatan tidak melihat perbedaan yang ada. Bahkan dengan segala perbedaan itu, hewan-hewan di setiap fil bisa menjadi keluarga yang sangat dekat.

Bertemu “keluarga” lain
Pada film Madagascar ketiga, dikisahkan bahwa Alex dan kawan-kawan meninggalkan benua Afrika untuk pulang ke “rumah” mereka di New York, yang tak lain adalah kebun binatang Central Park. Mereka merindukan kehidupan di kandang hewan yang nyaman, tidak perlu menghadapi petualangan dan penuh decak kagum dari para pengunjung.

Siapa sangka, saat meninggalkan Afrika mereka malah terjebak di Eropa dan harus dikejar-kejar Chantal Dubois, pemburu hewan liar di Monako. Saat lari dari Chantal itulah, Alex dan kawan-kawan bertemu dengan kelompok sirkus yang sedang berkeliling menggunakan kereta api. Mereka berjumpa dengan Vitaly si harimau yang merupakan bintang panggung kelompok sirkus tersebut. Ada juga Gia si macan tutul betina yang berhasil merebut perhatian Alex.

Dalam film Ige Age terbaru, Manny dan kawan-kawan yang terpisah dari kelompoknya akibat longsornya tanah es, berjumpa dengan sekelompok hewan yang mengarungi lautan untuk merampas barang-barang hewan lain, alias kelompok bajak laut. Bajak laut pimpinan Captain Gutt si monyet besar ini berhasil menyandera Manny dan kawan-kawan dengan bantuan tangan kanannya, Shira si macan betina.

Menemukan “rumah”
Pertemuan Alex dengan kelompok sirkus Vitaly, membawa mereka kembali ke New York. Bahkan Alex, Marty, Melman dan Gloria pun ikut serta dalam pertunjukan sirkus di New York. Namun kerinduan mereka pada kenyamanan kebun binatang Central Park membuat mereka terpaksa pergi dari kelompok sirkus tersebut.

Saat kembali berada di dalam kandang, mereka justru tidak lagi menemukan kenyamanan yang mereka rasakan dulu. Mereka justru merindukan saat-saat berpetualang bersama. Bahkan mereka rindu untuk kembali mempertunjukkan kemampuan mereka di panggung sirkus. Alex dan kawan-kawan pun sadar, bahwa mereka telah menemukan rumah dan keluarga baru. Keluarga yang penuh keceriaan dan ada dukungan satu sama lain. Bukan rumah yang sepi tanpa gelak tawa kebahagiaan di kandang kotak mereka.

Shira si macan betina dalam film Ige Age 4 pun merasakan hal yang sama. Saat disandera oleh Diego, ia melihat ada kebersamaan yang hangat pada persahabatan aneh Manny-Sid-Diego. Shira pun melihat kehidupan keluarganya selama ini yang penuh kekejaman dan tekanan di bawah pimpinan Captain Gutt.

————————————————-

Siapa sangka dalam petualangan sekelompok hewan aneh itu, mereka justru menemukan “rumah” baru. Rumah di mana mereka dapat merasa nyaman. Menerima setiap perbedaan. Saling mendukung satu sama lain.

Hewan-hewan dalam kedua film tersebut merefleksikan kebutuhan manusia akan kasih sayang dan penerimaan dalam suatu kelompok, yang membuatnya merasa nyaman. Kebutuhan untuk tinggal di dalam sebuah “rumah”. Tidak harus mewah atau bergelimang harta seperti yang dimiliki Shira si macan betina. Cukup rumah sederhana dengan kehangatan kasih sayang dari anggota keluarga. Tanpa disengaja, mereka sudah pulang ke “rumah” yang mereka rindukan selama ini.

Dan di sinilah saya saat ini. Menunggu kereta api di stasiun Gambir yang akan membawa saya menuju kota di mana saya dibesarkan. Di mana ada keluarga yang menyayangi saya. Ada ibu yang selalu mendoakan saya di setiap langkah yang saya ambil. Sebuah tempat yang saya sebut sebagai “rumah”.

Wherever there is laughter ringing

Someone smiling someone dreaming

We can live together there

Love will be our home

Wherever there are children singin

Where a tender heart is beating

We can live together there

Love will be our home

🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s