henpon baru, alhamdulilah..

Standar

Sudah sejak 3 bulan yang lalu saya ingin menulis tentang alasan saya menggunakan smartphone BlackBerry. Tapi karena sibuk (dan malas), tulisan itu pun tak kunjung dimulai. Saya ingin menulis tentang BlackBerry karena belakangan ini banyak orang yang mengagung-agungkan OS lain, seperti iOS dan android.

Tapi kali ini saya bukan mau menulis tentang smartphone sih, tapi tentang ponsel tidak pintar yang lumayan keren. Jadi minggu lalu saya mendapat nomor CUG (close user group) dari kantor. Nah dengan nomor CUG ini, koordinasi dengan orang-orang kantor lebih gampang karena teleponnya bisa gratis ke sesama CUG. Saya pun tak perlu menggunakan pulsa pribadi (yang sering ga ada) untuk menghubungi nara sumber.

Mendapat sebuah nomor ponsel saja, tentu tidak ada gunanya. Sebelumnya saya sih sudah pakai 2 ponsel untuk 2 nomor. Dengan adanya nomor CUG, saya butuh sebuah ponsel lagi. Pilihan saya pun jatuh pada mito 720.

Saya pertama kali melihat billboard mito 720 di jalan Tendean, waktu mau pulang ke kantor dari liputan. Saya lihat bentuknya menarik, apalagi ga ada tombol-tombolnya alias touchscreen. Di tengah kemacetan, saya pun mencoba browsing tentang ponsel ini. Dari fitur-fiturnya sepertinya menarik, salah satunya ada headphone bluetooth yang termasuk dalam paket penjualannya. Jadi kita bisa mendengarkan musik tanpa gangguan kabel-kabel. melihat harganya pun ternyata tidak mahal. Saya pun jatuh cinta pada pandangan pertama. *ceile*

Kenapa mito 720? Soalnya bentuknya keren sih. Hehehee.. Sebetulnya sudah sejak lama saya ingin punya ponsel yang ada TVnya. Jadi di manapun saya berada, saya bisa nonton TV. Nah sejak di program Redaksi Siang, saya sering terlewatkan nonton liputan saya karena sedang di lapangan. Seringnya sih kalo liputan saya tayang, saya berhenti di warang makan sambil numpang nonton TV. Tapi kan agak susah ya cari warung yang ada TVnya. Jadi saya pun memutuskan untuk membeli henpon yang ada TVnya.

Kebanyakan henpon TV merupakan produksi China, dengan dilengkapi fasilitas dual sim card. Kebetulan saya memang butuh ponsel yang dual sim card. Jadi ya pas lah..

Di tengah kesibukan yang luar biasa *pret*, saya pergi ke mall ambassador untuk mencari henpon yang dimaksud. Saya datang ke sebuah counter yang menjadi langganan teman saya. Awalnya saya hanya mencari henpon yang ada TVnya, mana tau si tukang henpon punya alternatif yang lebih baik. Dia menawarkan nexian T901 yang ada TVnya, dual sim card dan tombol qwerty. Harganya sih murah, cuma 300 ribuan. Tapi karena memang naksir mito 720, saya pun mencoba bertanya.

Saat melihat barangnya, saya suka bentuknya. Tapi sayang sih, ukurannya bongsor dan lumayan berat karena casing belakangnya bukan plastik, tetapi besi. Tapi namanya sudah jatuh cinta, walaupun gendut tetap saja menarik hati. Saya pun menukar ponsel itu dengan nominal 500 ribuan. Tidak mahal untuk sebuah ponsel yang lumayan keren.

Saya pun mencoba beberapa fasilitas yang ada di ponsel mito 720. Pertama layar touchscreennya. Dibandingkan dengan BlackBerry saya, jelas bagaikan Nadine Chandrawinata dan Elly Sugigi. Tapi yah namanya ponsel murah, maklum lah.. Yang penting bisa lancar mengoperasikannya. Kemudian saya mencoba TVnya. Waktu dicoba sih agak kresek-kresek, mungkin karena di dalam gedung. Waktu dicoba di luar, ternyata sinyalnya bagus dan gambarnya pun cukup halus. Oke lah untuk nonton TV di jalan..

Saya pun mencoba fasilitas lainnya, yaitu koneksi headphone bluetooth yang tak hanya bisa untuk mendengarkan musik, tetapi bisa juga untuk menelepon. Untuk menelepon sih lancar, tapi untuk mendengarkan musik kadang suka putus-putus. Tergantung letak henponnya sih..

Untuk fasilitas internet, saya tidak mencobanya. Pastinya bakal lemot sih, soalnya cuma ada GPRS saja. Lagipula untuk internet jelas saya mengandalkan BlackBerry saja. Yang penting bisa buat nelpon sama nonton TV. Itu sudah.

Walaupun gak canggih-canggih amat, buat saya henpon mito 720 sudah cukup untuk membantu. Lagipula kan bukan untuk ponsel utama, cuma untuk ponsel tambahan dengan penggunaan minimum. Bentuknya pun keren untuk ditenteng-tenteng.

Tulisan ini bukan iklan yak, cuma mau berbagi pengalaman aja. Tapi kalo ditawarin jadi bintang iklannya boleh juga sih. Heheheee :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s