balas dendam masa kecil

Standar

Makan malam saya hari ini adalah pizza. Saya pun jadi teringat masa kecil saya. Saat itu saya sangat amat jarang sekali makan pizza. Gak hanya pizza, tapi juga makanan-makanan fastfood lainnya semacam McD, KFC, Texas Chicken dan sebagainya.

Saya lahir dan tumbuh di tengah keluarga sederhana dan serba berkecukupan, yang artinya tak ada dana berlebih untuk makan di restoran-restoran tersebut. Bahkan makan di luar pun sangat jarang. Sehari-hari ya makan masakan ibu di rumah. Segala macam jajanan seperti es krim dan coklat yang jadi idola anak-anak pun lumayan jarang saya dapatkan.

Tak hanya dalam hal makanan, waktu kecil pun saya sangat jarang diajak jalan-jalan. Paling pol ya ke malioboro atau alun-alun yang letaknya tak jauh dari rumah. Jalan kaki juga udah nyampe. Saya bisa makan enak dan jalan-jalan kalo ada teman yang merayakan ulang tahun atau ada keluarga jauh yang datang.

Kondisi mulai agak mendingan waktu saya duduk di bangku SMA. Saya mendapat sepeda motor pertama saya, yang artinya bisa saya gunakan ke manapun saya inginkan. Tapi tak semudah itu juga sih, mengingat uang saku anak SMA yang pas-pasan. Palingan saya main ke rumah teman sambil mengerjakan tugas-tugas kelompok. Entah kenapa waktu SMA banyak sekali tugas kelompok, yang akhirnya membuat teman sekelompok jadi sahabat sampai sekarang. :’)

Sampai kuliah pun saya masih jarang pergi ke tempat anak-anak muda biasa nongkrong. Itu sebabnya jangan bertanya di mana tempat-tempat gaul di Jogja. Saya tidak banyak tahu, karena saya memang bukan anak nongkrong.

Selepas kuliah, saya langsung meninggalkan Jogja untuk bekerja di Jakarta. Di Jakarta, saya mendapat penghasilan dari keringat saya sendiri. Saya pun bisa membeli semua hal yang jarang saya nikmatii sewaktu kecil. Misalnya seperti pizza yang sedang saya nikmati ini. Bahkan kalau mau, saya bisa menikmati semua makanan yang saya inginkan untuk membalaskan dendam masa kecil saya. Tapi tentu saja saya tahu kalau itu bukan pola makan yang sehat.

Tinggal di Jakarta pun mungkin salah satu wujud balas dendam saya. Waktu kecil kan saya jarang bepergian. Saat ini saya bukan hanya bepergian dari rumah, tapi saya sudah tinggal di kota yang jaraknya ratusan kilometer dari rumah.

Semenjak bekerja pun saya baru bisa menikmati enaknya hura-hura menggunakan uang sendiri. Makan enak, nonton bioskop, karaokean, nongkrong-nongkrong, bisa saya lakukan tanpa perlu kuatir membebani orang tua. Saya juga sering berkelakar dengan sahabat-sahabat saya, bahwa kami bangga menjadi anak yang tidak gaul di masa lalu. Kami lebih bangga hura-hura dengan jerih payah sendiri, daripada anak-anak lain yang lebih gaul tapi dengan uang orang tua.

Mungkin kisah masa kecil saya agak kasihan ya. Masih banyak sih yang lebih kasihan daripada saya. Tapi saya bersyukur diberi kesempatan untuk melewati masa-masa sulit. Dengan begitu, saya bisa menghargai apa yang saya dapatkan dengan susah payah. Saya bisa mengerti bahwa untuk mendapatkan sesuatu, saya harus berusaha keras.

Yang pasti, masih ada keinginan-keinginan lain yang belum terwujud untuk membalaskan dendam masa kecil saya. Dan sampai sekarang saya masih berusaha mewujudkannya. Hehehehee 😀

(҂’̀⌣’́)9

4 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s