BBMe mbah mu po?

Standar

Setelah kulit menghitam akibat liputan unjuk rasa. Setelah seminggu ini berjaga-jaga sambil deg-degan kalau unjuk rasa berlangsung ricuh. Akhrinya semalam diputuskan kalau harga BBM ga jadi naik tanggal 1 April ini. Kabar gembira bagi mereka yang sejak kemarin menentang habis-habisan rencana pemerintah menaikkan harga BBM.

Memang nampak ada keragu-raguan dari pemerintah dan DPR tentang hal ini. Namun saya yakin keputusan yang diambil pemerintah sudah dipikirkan masak-masak bagi kebaikan bangsa ini.

Bagi saya pribadi, sebetulnya kenaikan harga BBM dapat dimaklumi. Harga minyak mentah dunia memang sedang tinggi. Bahkan dari informasi yang saya baca di portal berita, presiden Amerika Serikat, Barack Obama juga diprotes oleh rakyatnya terkait kenaikan harga minyak ini. Artinya, bukan bangsa Indonesia saja yang harus mengalami kenaikan harga BBM karena bangsa lain pun harus menghadapi kenyataan yang sama.

Bukannya saya tidak peduli dengan masyarakat yang beban hidupnya akan bertambah jika harga BBM naik. Bahkan kalo harga BBM naik, beban hidup saya juga pasti bertambah. Tapi segala kesulitan kan pasti ada jalan keluarnya, asal kita mau berusaha.

Kita bisa menyikapi kenaikan harga BBM dengan dua cara. Pertama, bersungut-sungut dan menganggapnya sebagai beban hidup. Kedua, kita bisa menjadikannya sebagai tantangan, sehingga kita lebih berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Dalam alkitab terdapat sebuah kejadian, dimana bangsa Israel yang terbebas dari penjajahan bangsa Mesir hampir sampai ke Kanaan, tanah yang dijanjikan Tuhan. Sebelum mencapai Kanaan, nabi Musa mengutus 12 pengintai untuk melihat keadaan negeri Kanaan yang penuh dengan susu dan madu sebagai lambang kesuburan. Setelah 40 hari, kedua belas pengintai itu kembali dengan dua hasil yang berbeda. Sepuluh pengintai melihat negeri Kanaan sebagai negeri yang penuh kebaikan, namun tidak mungkin menaklukannya karena negeri itu didiami oleh orang-orang kuat. Sementara dua pengintai melihat Kanaan sebagai negeri yang dilimpahi susu dan madu, dan mereka pasti bisa menduduki negeri itu jika Tuhan menyertai mereka.

Sama seperti kisah alkitab di atas, bangsa Indonesia punya dua sikap. Pertama, menganggap kenaikan harga BBM sebagai momok. Sehingga jika BBM jadi naik, dapat dipastikan masyarakat tidak akan sanggup menghadapi biaya hidup yang bertambah. Kedua, sikap optimis bangsa Indonesia yang yakin tetap bisa bertahan hidup di bawah himpitan ekonomi. Persis cerita di atas, sepertinya lebih banyak masyarakat yang pesimis ketimbang optimis.

Sebetulnya harga bensin premium yang direncanakan naik menjadi 6000 rupiah bukanlah harga baru. Tahun 2008 kita pernah mengalami harga setinggi itu, dan nyatanya tetap bisa bertahan hidup kok. Dan kalau dulu ada penurunan harga BBM, berarti kan masih ada kemungkinan harga BBM turun lagi di masa mendatang.

Namun akhirnya pemerintah batal menaikkan harga BBM 1 april ini. Kenaikan akan terjadi jika selama 6 bulan, harga minyak mentah dunia lebih tinggi 15 persen dari estimasi APBN. Meskipun kebijakan untuk menunda kenaikan harga BBM sudah diambil, masih ada saja masyarakat yang berunjuk rasa. Bahkan di salah satu stasiun TV swasta, ada pengunjuk rasa yang menuntut harga BBM tidak boleh naik dalam kondisi apapun. Dalam hati saya berkata, “bbm e mbahmu po..”. Ibaratnya, sudah diberi hati masih minta jantung.

Kalau bicara kesiapan, masyarakat tidak akan pernah siap menghadapi kenaikan harga jika tidak dipaksa. Bahkan di beberapa aku sosial media dikatakan, bahwa masyarakat tidak siap menghadapi kenaikan harga BBM, tapi kebiasaan merokok berjalan terus. Padahal jelas merokok bukan kebutuhan pokok, menghabiskan uang yang tidak sedikit dan menimbulkan penyakit.

Terlepas dari banyaknya kepentingan politik dan pencitraan terkait kenaikan harga BBM, optimis dalam menjalani tantangan hidup perlu ditanamkan bagi bangsa Indonesia. Apapun keputusan yang diambil pemerintah, pasti sudah dipikirkan masak-masak tentang sisi positif dan negatifnya. Dan jangan lupa berdoa dan menyerahkan segala permasalahan kita pada Yang Di Atas.

Inilah pendapat sotoy saya terkait kenaikan harga BBM. Beda pendapat boleh, asal jangan dilakukan dengan kekerasan. 🙂

“Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.” (Roma 13:1).

2 responses »

  1. byuh”, indonesia kie jan tenan. .
    Padahal minyak bumi kie akeh lapo ora di olah dewe kambek pemuda bangsa, malah diserahno pihak luar. .
    Alasan.e ora ono ragad, padahal dipangan dewe mbek pejabat sing omong. .
    Mugi” gusti ALLOH maringi pangapunten dumatheng tiyang” kados ngoten niku.
    Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s