pengalaman = guru yang baik

Standar

Ungkapan “pengalaman adalah guru yang berharga” memang benar adanya. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Pengalaman hidup yang penuh perjuangan menginspirasi saya untuk melakukan hal yang sama.

Ketika saya sedang dinas liputan di Malang, Jawa Timur, saya mendapat seorang supir bernama Pak Harry. Tadinya saya kira, dia adalah supir biasa seperti supir lain yang sering mengantar saya ketika sedang liputan, baik di Jakarta maupun di luar kota.

Sampai suatu malam dalam perjalanan mencari gereja untuk beribadah, Pak Harry menceritakan pengalaman hidupnya yang membuat saya terkagum-kagum. Beliau bukanlah supir biasa, melainkan pemilik rental mobil dengan 4 armada. Cukup untuk membuat mulut saya menganga lebar. Beliau memang sengaja mengendarai mobil sendiri karena mengaku sulit mencari supir yang berkualitas.

Tidak mudah untuk memulai bisnis yang dijalankan Pak Harry. Beliau mengaku, sekitar tah 90an hidupnya susah sehingga ingin meningkatkan taraf hidup keluarganya. Tahun 2000, Pak Harry pergi meninggalkan Indonesia untuk mengadu nasib di Amerika Serikat. Pada awal kedatangannya, beliau bekerja kasar sebagai pencuci piring bergaji kecil, dengan alasan tidak punya ketrampilan dan tidak bisa berbahasa Inggris.

Tidak puas dengan itu, Pak Harry mulai belajar hal lain di restoran tempatnya bekerja, yaitu memotong bahan makanan. Atasannya yang melihat hal tersebut, memindahkan beliau dari pekerjaan cuci piring ke pekerjaan memotong. Dari situlah keahliannya diasah terus, sehingga akhirnya Pak Harry menjadi chef sushi dengan gaji yang cukup tinggi.

Dari hasil pekerjaannya itulah, beliau dapat mengumpulkan modal untuk memulai bisnis di Indonesia. Sepulangnya di Indonesia, Pak Harry mencoba bisnis rental Play Station, yang berakhir dengan kebangkrutan. Tidak berlama-lama putus asa, beliau mencoba bisnis rental mobil yang saat ini sudah berjumlah 4 kendaraan. Bukan jumlah yang besar memang. Tapi bukankah yang namanya bisnis harus dimulai dari kecil dulu?

Kisah Pak Harry membuat saya malu, karena saat ini saya belum memiliki sesuatu yang dapat saya banggakan. Namun pengalamannya menginspirasi saya, untuk bekerja keras dan terus belajar meningkatkan kemampuan. Tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mengubah keadaan sulit menjadi berkelimpahan.

Saya pun ingin suatu hari nanti mendapat pengalaman baru dengan bekerja di luar negeri sesuai dengan bidang yang saya tekuni. Mengumpulkan modal untuk memulai usaha.

Pertemuan saya dengan Pak Harry tentu bukanlah kebetulan belaka. Pertemuan kami membuat saya terinspirasi dan semakin bersemangat mengejar impian. Tidak ada yang mudah, namun mulailah dengan perkara kecil untuk dapat mengerjakan perkara besar.

🙂

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” (Lukas 16:10).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s