impian yang nyata

Standar

mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
berlarilah tanpa lelah
sampai engkau meraihnya

Saya sangat menyukai lagu “Laskar Pelangi” dari Nidji. Lagu yang penuh semangat dan menginspirasi setiap pendengar untuk tidak berhenti bermimpi. Lagu yang dapat membuat seseorang berpikir “apakah mimpi saya?”

Mimpi yang saya maksudkan bukanlah bunga tidur yang kadang kita alami saat terlelap. Mimpi adalah cita-cita dan harapan kita akan kehidupan di masa datang dan mau jadi apa kita kelak. Bukan sekedar harapan kosong yang diucapkan saat kita ditanya “mau jadi apa kamu nanti”.

Waktu kecil mungkin kita dapat mengatakan citai-cita kita dengan lugas dan tanpa beban. Kita belum tahu bahwa setiap cita-cita punya konsekuensi yang harus dijalani. Semakin beranjak dewasa, kita seringkali bingung dengan cita-cita kita. Bahkan tak jarang kita mendengar cita-cita yang kedengarannya begitu mulia. “Ingin jadi orang kaya”, “ingin berguna bagi bangsa dan negara”, “ingin membahagiakan orang tua”, “ingin membantu orang yang berkekurangan” bahkan ada juga yang versi rohani “ingin memenangkan banyak jiwa untuk Tuhan”.

Cita-cita tersebut memang kedengaran baik dan mulia. Namun bagaimana mewujudkan itu semua? Hanya dengan banyak-banyak berlutut dan berdoa? Atau hanya sekedar memperkatakan mimpi semu tersebut?

Saya selalu kagum dengan sosok Agnes Monica. Dia selalu yakin untuk mengatakan “ingin menjadi penyanyi bertaraf international”. Itulah mimpi yang nyata! Mimpi yang tujuannya jelas sehingga kita dapat memprediksi jalan mana saja yang harus kita lalui. Dan saya yakin, ketika mimpi Agnes Monica tersebut dapat terwujud suatu hari nanti, dia sekaligus menjangkau mimpi-mimpi semu lainnya. Dia pasti membanggakan dan membahgiakan orang tuanya. Dia pasti dapat membantu orang-orang yang kesusahan. Dia berguna bagi bangsa dan negara. Dia menjadi kaya secara materi. Dan yang pasti dengan kesaksian hidupnya, dia dapat memenangkan banyak jiwa bagi Tuhan.

Jika kita terus meyakini dan memperkatakan mimpi yang nyata, dan suatu hari mimpi kita terwujud, kita pasti sekaligus menjangkau impian semu kita yang lain.

Orang-orang yang selalu bermimpi semu, saya yakin hidupnya hanya mengalir saja dan tanpa tujuan pasti. Ingin membahagiakan orang tua namun kuliah ga selesai-selesai. Ingin kaya tapi ga kerja dan hanya mengandalkan orang lain. Ingin memenangkan banyak jiwa tapi jalan hidupnya tak membuat orang tertarik untuk mengikutinya.

Saya sendiri bukan manusia sempurna yang tidak perlu bantuan orang lain. Saya masih terus belajar untuk mencapai apa yang saya inginkan. Paling tidak saya punya cita-cita. Cita-cita yang menjadi alasan saya bangun setiap pagi. Cita-cita yang membuat saya rajin bekerja walaupun tubuh lelah. Cita-cita yang selalu membuat saya tersenyum saat masalah menghampiri.

Saya sudah sering membagikan tentang impian dan cita-cita dalam tulisan saya. Tapi saya tak akan bosan menulis tentang itu. Karena saya tidak ingin hidup saya dan teman-teman saya hanya sekedar mengalir tanpa tujuan. Saya ingin suatu hari nanti saya bertemu teman-teman dalam keadaan sukses karena berhasil meraih impian sesuai passionnya.

Karena itu, milikilah impian yang nyata mulai dari sekarang. Pikirkanlah apa yang membuatmu bahagia ketika kau melakukannya. Bisa jadi itulah passionmu yang jika ditekuni dapat menjadikan dirimu sukses. Bagikanlah mimpimu pada orang-orang yang kau percayai, karena dengan begitu orang-orang akan turut mendoakanmu.

🙂

3 responses »

  1. Mimpi…
    sampai batas mana kita bisa mengejar mimpi?
    Bagaimansih kita tau mimpi kita itu sebenarnya dikendaki-Nya atau tidak?
    Mengejar mimpi itu berarti kan juga harus siap mengambil resiko…
    Butuh saranmu Ndre…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s