Tentang NoComplaintWeek

Standar

Selama seminggu ini, ada gerakan NoComplaintWeek yang berlangsung sejak hari senin tanggal 14 hingga 20Februari. NoComplaintWeek mengajak orang-orang untuk tidak mengeluh selama seminggu, di dunia nyata dan dunia maya. Jika tidak mengeluh di dunia maya seperti twitter atau facebook, tentu tidak terlalu sulit. Namun jika menahan keluhan di dunia nyata? Tentu saja itu tantangan berat!

Menurut saya gerakan ini merupakan ajang untuk introspeksi diri. Seringkali kita mengeluh hanya karena kejadian kecil. Misalnya saja tentang peristiwa yang baru saja terjadi dan masih hangat diperbincangkan, yaitu: UberTwitter yang mati suri! Sebenarnya hal tersebut bukan masalah besar. Toh masih banyak aplikasi lain yang bisa dipakai untuk twitteran. Atau misalnya ketika catering kantor tidak sesuai dengan selera kita. Dengan cepat kita bisa mengeluh, “ck..kok lauknya ini sih..” Hey, bukankah masih bisa makan itu merupakan anugerah? 🙂

Tanpa kita sadari, “mengeluh” sudah menjadi gaya hidup kita. Jika ada yang tidak sesuai dengan kehendak kita, dengan cepat kalimat keluhan meluncur dari lidah kita. Berdasarkan kesaksian teman-teman di blog tersebut, seringkali kita terlambat menyadari bahwa kita baru saja mengeluh. Tapi masih untung kalau sadar sih, daripada udah ngeluh tapi ga sadar! Dari kesadaran itulah kita dapat introspksi diri dan memperbaiki sikap. Kita mulai berlatih untuk mengendalikan diri untuk tidak mengeluh lagi. Dan bahkan lebih baik lagi, kita melatih diri untuk selalu bersyukur.

Jika “mengeluh” saja dapat menjadi gaya hidup kita, saya pikir “bersyukur” juga bisa. Kita dapat bersyukur untuk segala sesuatu yang kita terima, meskipun sebenarnya tidak sesuai dengan harapan. Daripada mengeluh karena banyak kerjaan, bukankah sebaiknya kita bersyukur karena di luar sana masih banyak orang yang menganggur? Daripada kita mengeluh karena hujan turun padahal kendaraan baru saja dicuci, alangkah baiknya jika kita bersyukur karena hujan membuat udara menjadi sejuk dan enak buat tidur siang. :p

Selama seminggu kita telah belajar mengendalikan diri untuk tidak mengeluh. Namun alangkah baiknya jika hari-hari kedepan kita masih mengendalikan diri. Tidak usah muluk-muluk untuk melanjutkan sampai NoComplaintMonth segala. Cukup kita sendiri yang melatih diri untuk tidak mengeluh dan senantiasa bersyukur. Karena mengeluh tidak akan mengubah keadaan menjadi lebih baik, sedangkan sabar dan bersyukur merupakan salah satu kunci sukses.

Saya bukan orang yang sempurna. Saya pun seringkali mengeluh. Namun saya juga ingin mengubah kebiasaan saya yang buruk sehingga saya tidak menjadi pribadi yang pengeluh, namun menjadi pribadi yang selalu bersyukur. Jika kita melihat orang-orang yang keadaannya jauh lebih susah daripada kita, tentu tidak ada alasan bagi kita untuk mengeluh, seperti yang dapat kita lihat di sini
Hidup kita pasti lebih menyenangkan jika kita mulai bersyukur. 🙂

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18).

🙂

2 responses »

  1. ikutan jga yahh

    seru dan introspeksi diri yg cukup bagus mnrt gw
    krn dgn ikutan program ini, btapa kita sadar kalo ngeluh itu kayak nafas. kita ga sadar sama skali, krn saking biasanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s