lampu hijau pelatih kesabaran

Standar

32. Bila lampu hijau pada lampu lalu lintas menyala artinya kendaraan harus…

a. berhenti                                                        c. jalan terus

b. hati-hati                                                        d. dilarang parkir

Ini salah satu contoh soal siswa SD mengenai rambu-rambu lalu lintas. Dan sebagai siswa cerdas tentu saya akan memilih jawaban c. Setahu saya sampai sekarang pun arti dari lampu pengatur lalu lintas masih sama, hanya saja mungkin ditambah “syarat dan ketentuan berlaku”. Apa saja syarat dan ketentuan itu?

LAMPU MERAH yang menyala artinya kendaraan harus berhenti. Namun sepertinya hal tersebut tidak berlaku jika kebetulan jalanan sepi dan tidak ada polisi.

LAMPU KUNING berarti kendaraan harus berjalan pelan-pelan atau hati-hati sekaligus sebagai peringatan sebelum lampu merah menyala. Sekarang ini justru ketika lampu kuning menyala, kendaraan justru memacu kendaraannya lebih cepat sehingga ga kena lampu merah.

LAMPU HIJAU artinya kendaraan boleh berjalan kembali, kecuali jika ada pejabat lewat sehingga pak polisi menahan laju kendaraan.

Sebagai warga negara yang baik, seharusnya kita mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan orang lain. Kalaupun ga mikirin pengguna jalan lain, paling tidak pikirkanlah keselamatan diri sendiri. Pikirkanlah keluarga yang menunggu di rumah atau pacar yang menanti di ujung pengkolan.

Beberapa waktu yang lalu ketika melewati perempatan pancoran, saya melihat seorang bapak-bapak mengendarai sepeda motor melanggar lampu merah. Tepat sesudah dia melintas, lewatlah sebuah truk besar dari arah berlawanan. Saya tidak habis pikir mengapa bapak itu nekat menerobos lampu merah, padahal lima detik kemudian lampu hijau menyala. LIMA DETIK saja dia tidak mau menunggu. Seburu-buru apa sih dia sampai menunggu lima detik saja ga mau. Bayangkan jika saat menerobos dia malah tertabrak truk dan lumpuh atau bahkan meninggal. Bukankah hal tersebut malah menyusahkan keluarganya, istrinya dan anak-anaknya. Saya ga tau juga sih apakah dia sudah berkeluarga atau belum.

Hal serupa juga sering terjadi di perempatan cililitan. Lampu hijau belum menyala namun orang-orang sudah keburu menerobos. Padahal disana kendaraan-kendaraan besar seperti truk, bis kota dan busway sering lewat. Mengerikan!

Kenapa sih orang-orang jakarta (dan saya yakin terjadi juga di kota lain) begitu terburu-buru sampai mempertaruhkan nyawa untuk menerobos lampu lalu lintas? Apalagi waktu yang dikorbankan juga tidak seberapa. Paling hanya hitungan detik. Apa susahnya sabar sedikit tapi selamat sampai tujuan. Tidak ada orang yang mati karena sabar. Yang ada justru sebaliknya.

Sabar adalah ketika kita mampu mengendalikan diri untuk bertindak dengan akal sehat dan kepala dingin. Kesabaran tidak diperoleh begitu saja, namun dari pengalaman hidup. Ada kalanya sesuatu hal membuat kita naik pitam dan ngomel-ngomel. Dari situlah kita dapat belajar untuk mempraktekkan kesabaran. Ketika kita menghadapi masalah dengan sabar, niscaya kita dapat menguraikan benang kusut sehingga masalah dapat terselesaikan dengan baik. Sama seperti ketika kita sabar di jalanan, kita pasti samapi di tujuan dengan selamat. Bayangkan jika kita menghadapi masalah dengan menggerutu. Pasti masalah tersebut bukannya selesai, tapi malah tambah ruwet dan menghasilkan masalah baru dan mendatangkan penyakit!

Di twitter sedang ada gerakan NoCompalintWeek yaitu gerakan untuk tidak menggerutu selama seminggu. Menurut saya gerakan ini baik untuk melatih kesabaran kita. Memang awalnya terpaksa, namun lama kelamaan “keterpaksaan” itu akan menjadi gaya hidup kita. Berawal dari “terpaksa sabar” seminggu, kemudian 2 minggu, 3 minggu, sebulan dan seterusnya, sampai “kesabaran” itu mendarah daging dalam kehidupan kita.

Sabar bukan berarti kita menyerah dalam menghadapi masalah, tapi untuk mengendalikan diri sehingga kita dapat mengambil keputusan benar untuk menyelesaikan masalah.

 

“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.” (Amsal 16:32)

🙂

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s