burlesque

Standar

Beberapa waktu yang lalu saya menonton “Burlesque”, film yang menurut saya sangat menarik dan sarat pesan moral. Film ini bercerita tentang Ali (diperankan oleh Christina Aguilera),  seorang gadis asal Iowa dalam usahanya meraih cita-cita menjadi seorang bintang di LA. Pada akhirnya ia memang menjadi bintang panggung di sebuah klub bernama “burlesque” milik seorang wanita bernama Tess (diperankan oleh Cher).

Film yang mengangkat cerita tentang seseorang yang berhasil meraih impian memang banyak, namun menurut saya film ini tidak hanya menceritakan tntang keberhasilan seseorang meraih mimpi,tetapi juga berbagai godaan ketika seseorang sedang berada di atas.

 

Menggapai impian

Di film ini, Ali yang berasal dari Iowa yang ingin menjadi bintang mengawali usahanya dengan datang ke burlesque dan menonton pertunjukan yang sedang digelar. Ketika ia menemui Tess dan ingin melamar menjadi seorang penari, ia ditolak. Meskipun ditolak, bukan berarti ia menyerah. Ia malah menjadi seorang pelayan di klub tersebut, yang berarti tidak ada hubungannya sama sekali dengan impiannya.

Setiap orang pasti mempunyai impian atau cita-cita. Sewaktu saya masih kecil saya sering ditanya: “kalo gede pengen jadi apa?” Dan saya rasa semua orang pasti juga pernah ditanya begitu. Bahkan Ria Enes dan susan pernah menyanyikan lagu tentang cita-cita, yang liriknya begini:

susan..susan..susan..kalo gede mau jadi apa?

aku kepengen pinter biar jadi dokter

Sewaktu kecil entah mengapa saya tidak pernah menjawab ingin menjadi dokter meskipin kebanyakan anak-anak, bahkan sampai sekarang, bercita-cita jadi dokter. Sewaktu kecil saya justru menjawab ingin menjadi wartawan. Sounds weird, huh? Anak kecil yang belum tau kerasnya dunia orang dewasa ingin mejadi seorang wartawan. Waktu itu saya hanya mengerti bahwa wartawan adalah orang yang cari berita.

Untuk menjadi seorang wartawan atau jurnalis, saya mengambil keputusan untuk kuliah di jurusan komunikasi selepas SMA. Namun apa mau dikata, saya yang ingin kuliah di Universitas Gajah Mada jurusan komunikasi ternyata tidak lulus UM UGM maupun SPMB waktu itu. Akhirnya saya pun kuliah di Akademi Komunikasi Indonesia jurusan Broadcasting Radio-TV. Disana saya banyak mengambil mata kuliah yang berhubungan dengan jurnalistik. Yah paling tidak bisa jadi bekal jika kelak beneran jadi wartawan 😀

Selepas kuliah saya bekerja di salah satu stasiun TV swasta sebagai Asisten Produksi di departemen drama. Tidak ada hubungannya dengan dunia jurnalistik, namun saya mau mencobanya. Siapa tau bisa jadi batu loncatan. Namun tidak seperti Ali yang tidak menyerah meskipun harus jadi pelayan dulu, saya justru menyerah.

 

Mengambil kesempatan

Sewaktu Ali menjadi pelayan, Tess mengadakan audisi untuk menjadi penari di klubnya. Ali pun tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan nekad menari di hadapan Tess dan ia pun diterima menjadi penari di burlesque.

Setelah menjadi penari pun, bukan berarti kehidupannya mulus mulus saja. Salah satu rekan yang iri pada kemampuan Ali berusaha menjatuhkannya dengan cara mematikan lagu pada saat pertunjukan tari sedang berlangsung. Namun Ali justru memanfaatkan kejadian itu untuk menunjukkan kemampuannya dalam bernyanyi dan semenjak itu ia malah menjadi bintang utama. Jika ia tidak mengambil kesempatan untuk bernyanyi, entah berapa lama lagi akan datang kesempatan untuk menjadi bintang utama.

Kadang-kadang kesempatan datang secara tiba-tiba. Ketika kesempatan itu terbuka, kita harus segera memutuskan untuk segera mengambilnya atau melepasnya dan menunggu ia datang lagi, namun entah kapan. Saya sendiri bukan orang yang cepat tanggap dalam mengambil kesempatan. Saya seringkali berpikir ribuan kali ketika ia datang, sehingga ia tiba-tiba berlalu begitu saja.

 

Dedikasi

Dikisahkan bahwa Tess terlilit hutang yang cukup banyak sehingga ia harus memutuskan apakah akan menjual klub nya ataukah mempertahankannya dan kemudian disita oleh bank. Saat itu Ali menolong Tess mencari jalan keluar sehingga akhirnya klub tersebut selamat sehingga Ali dan teman yang lain tetap dapat bekerja disana.

Dedikasi bukan sekedar setia pada perusahaan dan tidak tergoda pada tawaran lain. Dedikasi lebih dari itu. Melakukan tugas di luar pekerjaan dan tanggung jawab kita sendiri. Memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaan kita. Merelakan (bukan karena terpaksa) hal-hal pribadi demi pekerjaan kita tanpa mengeluh. Itulah dedikasi.

Saya teringat sebuah cerita. Ada sepasang kakek nenek yang ingn bermalam di suatu hotel di kota kecil. Namun ternyata hotel tersebut penuh sehingga kakek nenek tersebut tak dapat bermalam, padahal sudah tengah malam dan tak mungkin melakukan perjalanan tanpa istirahat. Manajer hotel kecil tersebut yang sebenarnya mendapat jatah kamar pun akhirnya merelakan kamarnya digunakan pasangan tersebut karena tidak tega melihat mereka terlunta-lunta di jalanan. Selang beberapa waktu sesudah kejadian itu, sang manajer hotel kecil tersebut mendapat surat panggilan untuk bekerja di hotel bintang lima di New York yang ternyata milik kakek yang pernah ditolongnya.

Cerita ini mungkin klise,namun kita dapat melihat bahwa orang yang merelakan segala sesuatu dan melakukan lebih dari tugasnya pasti akan mendapat promosi sebagai balasan dari dedikasinya.

 

====================================================

Saya sendiri belum mendapatkan apa yang saya impikan dan cita-citakan. Saya masih berusaha untuk mengambil setiap kesempatan untuk menjadi seorang jurnalis. Menggapai impian memang tidak selalu mudah. Banyak yang harus dilakukan dan dipelajari hingga akhirnya impian itu tercapai. Dari film burlesque, kita dapat belajar bagaimana mengambil kesempatan untuk masa depan yang lebih baik dan bagaimana kita bersikap ketika sedang di “atas”.

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”  (Yeremia 29:11)

🙂

2 responses »

  1. i never know you can wrote such an essay like this (^^)”
    bukannya ngece lho…

    but that was nice. it was a very great movie. penuh perjuangan.
    aku jg udah lebih dulu baca stuff that happened behind the scene.
    i am an Aguilera fan since long time ago.
    and i’m really surprised that she put that photo (the real-life photo!) of her mom and herself when she was 2 years old.
    it surely brings back some memories i had when i see that photo.
    …….suatu penghargaan kpd ibunya yg dulu pontang panting membersarkan anak ditengah kdrt. (-.-)”

    as for me; aku begitu merasakan apa yg kau rasakan, ndre. (cieeee)
    udah berlari di lintasan yg diinginkan dengan full speed, tp ternyata Tuhan mmg merancang jalan kita utk sampai ke tempat tujuan lewat jalan lain. dan kadang kita sering nggak terima krn jln itu berliku, terjal, becek dsbdsb.
    in the end, terserah kita; mw ngejalanin ato enggak. (baca; nyerah)

    vieeewh! knp komenku banyak?? kaya aku jd nulis blog disini nih! hahahaha!!!

    well, i gave up on my dreams just like i went to sleep.
    one thing that i always remember is that one day at his birthday, Keita wrote on his blog;
    “a birthday, semakin umur kita bertambah, ternyata semakin banyak hal yg ingin kita lakukan. tetapi waktu untuk mencapainya semakin sedikit…”
    hhhhh…. kata2 yg begitu menginspirasi spy kita nggak buang2 waktu scr sia2..

    wis ah, beneran kyo nulis blog ki, aku!><"
    maap ya nyampah disini…

    • Eh kak edwina, kenapa menyerah menggapai mimipimu?? Look at my condition now! I’m a journalist already! *padahal yo isih anyaran*

      But it means u can get EVERYTHING what u want, kak.. Don’t stop believe on miracle..
      Sekarang mungkin emang terasa begitu jauh dari mimpimu, tapi bukan berarti kita harus menyerah. I was waiting for 2 years to get this dream! Can u imagine how long is it?
      Makanya jangan menyerah ya kak.. Apapun mimpimu 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s