phoenix

Standar

Phoenix merupakan burung legenda yang disebut juga burung api. Burung ini muncul dalam mitologi di China dan Eropa. Konon burung phoenix merupakan burung abadi. Abadi disini bukan berarti hidup selamanya tanpa mengalami kematian. Phoenix yang sudah tua akan mati terbakar dan menjadi abu dan dari abu itulah lahir kembali Phoenix muda. Siklus itulah yg terus menerus dijalani phoenix sehingga ia menjadi simbol keabadian dan reinkarnasi. Bahkan di film “Harry Potter and the Chamber of Secret”, diceritakan profesor Dumbledore memiliki burung Phoenix bernama Fawkes yang mati terbakar dan lahir kembali dari abunya.

Satu hal yang dapat dipelajari dari siklus hidup burung phoenix, yaitu selalu ada kesempatan kedua. Dalam hidup, yang namanya manusia tidak lepas dari kesalahan. Berbuat salah bukan berarti akhir dari hidup kita karena saya yakin selalu ada kesempatan kedua untuk memperbaikinya. Tahun 2010 baru saja berlalu dan sudah 12 hari kita menginjak tahun 2011. Mungkin saja selama tahun 2010 kita pernah salah mengambil keputusan ataupun menyaikiti orang lain. Di 2011 ini, kita masih punya kesempatan untuk memperbaikinya dan bahkan kita dapat melakukan sesuatu yg lebih baik dari yang kita harapkan di tahun sebelumnya.

Siklus burung phoenix yang lahir-muda-tua-mati-lahir kembali juga kita alami dalam kehidupan kita. Di akhir tahun – yang artinya sama seperti burung phoenix tua – kita mulai merefleksikan pencapaian kita serta merenungkan apa saja keberhasilan dan kegagalan kita. Kemudian di tahun yang baru – seperti phoenix yang baru saja lahir kembali dari abunya – kita mulai merencanakan kehidupan kita di tahun tersebut dan yang pasti belajar dari keberhasilan serta kegagalan sebelumnya.

Poin terpenting adalah kita sadar jika melakukan kesalahan dan melapangkan hati untuk belajar dan tidak terperosok ke lubang yang sama. Dan juga kita harus dapat memperbaiki kesalan kita tanpa menyesal berkepanjangan.

Saya percaya tahun 2011 adalah tahun kemenangan dan tahun dimana berkat Tuhan melimpah setiap pagi.

“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Ratapan 3:22-23).

🙂

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s