Wilhelmina Slater

Standar

Wilhelmina Slater adalah salah satu karakter dalam serial “Ugly Betty” terkenal di Amerika Serikat. Karakter ini diperankan oleh aktris sekaligus pop star Amerika, Vanessa Williams. Saya rasa tidak ada orang lain yang lebih pantas memerankan karakter Willie selain Vanessa sendiri. Dalam serial tersebut, Wilhelmina atau Willie sebenarnya merupakan karakter antagonis. Ia selalu digambarkan sebagai sosok yang arogan dan mau menang sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain. Selain itu ia juga sangat ambisius dalam mencapai keinginannya dan menghalalkan segala cara.

Wilhelmina adalah seorang mantan model yang kemudian bekerja sebagai creative director di suatu majalah fashion bernama MODE. Ia sendiri sebenarnya merupakan ikon di dunia fashion dan selalu menjadi trendsetter. Namun tidak puas dengan posisinya sebagai creative director, ia ingin menjadi kepala editor yang kemudian ingin menguasai MODE sepenuhnya. Ia rela melakukan apapun untuk mendapatkan keinginannya.

Meskipun Wilhelmina merupakan tokoh antagonis yang sebenarnya patut dibenci dan dimaki-maki (seperti halnya penonton memaki-maki Mischa di sinetron Cinta Fitri), namun ternyata banyak yang menaruh simpati dan menyukai karakter ini. Dalam serial ini, Willie merupakan public enemy yang tidak dibenci banyak orang, bahkan oleh anak kandungnya sendiri.

Kebencian terhadap seseorang sebenarnya merupakan hal yang biasa dalam hidup bermasyarakat. Ketika ada seseorang yang menyakiti hati kita ataupun melakukan sesuatu yang jahat dimata kita, bisa saja kemudian kita membencinya. Namun sebaliknya ketika kita merasa nyaman dan merasa dihargai oleh seseorang, bisa saja kemudian kita mencintainya.

Apakah lawan kata dari “cinta” adalah “benci”? Sebetulnya tidak demikian. Lawan kata dari “cinta” adalah “ketidapedulian”. Ketika kita membenci seseorang, sebenarnya kita menaruh perhatian kita kepada orang tersebut, namun dalam posisi negatif. Konon porsi perhatian dan energi yang kita habiskan untuk “cinta” dan “benci” sama besarnya. Jadi sebenarnya rasa “benci” pun masih menyita perhatian kita. Lain halnya dengan “ketidakpedulian”. Ketika seseorang tidak peduli akan keberadaan kita, hal tersebut sangatlah menyakitkan. Apalagi jika orang yang tidak mempedulikan kita adalah orang yang kita cintai.

Beruntunglah jika masih ada orang yang membenci kita, karena artinya masih ada orang yang memperhatikan kita. Namun bukan berarti kebencian adalah hal yang baik. Alangkah baiknya jika kita saling menghargai, menghormati dan saling memperhatikan tanpa rasa benci. Seorang Wilhelima Slater pun ada kalanya memperhatikan orang lain dan rela mengorbankan gengsinya yang tinggi.

Karena itu jangan biarkan diri kita menjadi orang yang dibenci, apalagi oleh banyak orang. Bukankah lebih baik mempunyai seribu teman daripada satu orang musuh? Jangan lupa untuk selalu meninggalkan kesan yang baik, terutama pada orang yang baru pertama kali bertemu, karena “kesan pertama” begitu mahal harganya dan tak dapat tergantikan lagi.

🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s