harry potter

Standar

Film Harry Potter 7 part 1 telah ditayangkan secara serentak di bioskop-bioskop Indonesia. Banyak orang berbondong-bondong ingin menyaksikannya di hari pertama, maka beberapa bioskop secara ekstrim memutarnya di 4 studio sekaligus. Saya pun merupakan salah satu yang menonton di hari pertama pemutaran, tepatnya pada jam 21.30 di Setiabudi 21. Saya datang pukul 19.00 dan ternyata kursi sudah hampir terisi penuh, hanya bagian bawah depan layar saja yang tersisa, padahal Setiabudi 21 memutarnya di 3 studio. Beruntung saya hanya datang seorang diri, jadi saya mendapatkan sisa posisi yang nyaman (memang terkadang menonton sendiri lebih menyenangkan daripada beramai2, karena lebih tenang dan bisa mendapatkan posisi nyaman seperti saya 😀 )

Seri terakhir Harry Potter ini termasuk film bagus, setidaknya menurut saya. Meskipun seperti biasa, banyak adegan yang berubah dari novel yang saya baca. Cukup mengecawakan, namun sebagai orang yang pernah terlibat di dunia FTV, saya tahu betul pasti ada pertimbangan durasi, efektivitas pemain dan dramaturgi. Jadi saya anggap itu semua tidak masalah, selama jalan ceritanya masih sama seperti yang saya baca di novel.

Saya sudah membaca Harry Potter pertama sejak tahun 2000. Waktu itu saya masih kelas 2 SMP dan mendapat pinjaman dari teman saya karena tertarik dengan bukunya yang tebal. Hehehe.. :p Harga novel Harry Potter sendiri tidak murah, mengingat posisi saya masih siswa SMP dengan uang saku pas-pasan. Novel-novel selanjutnya pun saya pinjam dari teman yang sama, karena beruntungnya saya masih satu SMA dengan teman saya tersebut. Saya sendiri tidak terlalu berminat pada saat film pertama Harry Potter diputar. Bukannya tidak suka, namun tempat tinggal saya di Jogja waktu itu belum memiliki 21 (sungguh kasihan, kami orang Jogja hanya bisa menonton di bioskop Mataram yang suram T.T ).

Penonton atau pembaca setia Harry Potter pasti tahu dengan nama-nama Hermione Granger dan Ronald Weasly. Mereka adalah sehabat Harry yang selalu berpetualang bersama baik di dalam maupun di luar Hogwarts. Dalam seri yang ketujuh, mereka mengalami pasang surut dalam persahabatan mereka. Ada kalanya dimana Harry marah pada Hermione ataupun Ron marah pada Harry dan Hermione marah pada Ron. Namun bukan berarti persahabatan mereka berakhir hanya karena pertengkaran atau perbedaan pendapat. Saya pernah membaca perbedaan antara sahabat dan teman biasa, salah satunya tertulis: belum dapat dikatakan bersahabat jika belum bertengkar! Memang terdengar ekstrim, namun memang hubungan persahabatan dibentuk dari perbedaan pendapat dan gesekan-gesekan yang membuatnya semakin kuat.

Sama seperti persahabatan Harry-Ron-Hermione, alangkah baiknya jika kita mempunyai sahabat. Persahabatan sapat diawali dari berbagai macam hal. Seperti Harry yang menjalin persahabatan karena kebetulan bertemu di salah satu kompartemen Hogwarts Express, mungkin kita pun dapat menemukan sahabat kita seolah-olah secara “kebetulan”. Bisa saja kita menjalin persahabatan di sekolah, di tempat kerja atau bahkan di klub motor. Kita tidak akan pernah menyangka seseorang akan menjadi sahabat kita.

Karena itu selalu tersenyumlah dan ramah pada orang yang kita temui, karena mungkin saja orang yang kita temui akan menjadi sahabat kita. Bersahabatlah!! 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s